alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Razia Prokes Tempat Usaha Cuma di Malam Hari, Ini Kata HIPMI Pekanbaru

Eko Faizin Senin, 31 Mei 2021 | 17:08 WIB

Razia Prokes Tempat Usaha Cuma di Malam Hari, Ini Kata HIPMI Pekanbaru
Satgas Covid-19 saat melakukan razia prokes di tempat keramaian yang berada di Kota Pekanbaru. [Dok Satgas Covid-19 Pekanbaru]

Ketua HIPMI Pekanbaru Rizky Bagus Oka menyayangkan kebijakan razia prokes yang timpang pilih hingga merugikan sejumlah sektor usaha.

SuaraRiau.id - Penanganan protokol kesehatan (prokes) di Kota Pekanbaru sangat berpengaruh terhadap perekonomian pengusaha muda di Kota Bertuah ini.

Ketua HIPMI Pekanbaru Rizky Bagus Oka menyayangkan kebijakan razia prokes yang timpang pilih hingga merugikan sejumlah sektor usaha.

"Kita tau pandemi Covid-19 ini sudah berjalan setahun lebih. Banyak dampak yang terjadi akibat ini, salah satunya dampak ekonomi. Sebagai penggerak ekonomi, kami pengusaha sadar ada beberapa program pemerintah mengenai penanganan Covid-19 ini yang kami sayangkan," ujarnya dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Senin (31/5/2021).

Menurutnya, razia keramaian di Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) oleh Satgas Covid-19 hanya dilakukan di tempat usaha yang bergerak di malam hari.

Padahal pada saat siangpun banyak beberapa tempat yang melanggar prokes namun belum ditindak sesuai edaran pemerintah.

"Kami merasa adanya ketimpangan mengenai tempat usaha yang dilakukan pengetatan. Hal itu membuat beberapa pengusaha merasa adanya ketidaksamarataan penanganan," jelasnya.

Lebih lanjut, Rizky menjelaskan, dampak dari penanganan prokes saat ini salah satunya ketidaknyamanan terhadap usaha yang mengedapankan jasa service dan produk.

Rizky memberi contoh, setelah razia dan swab random yang dilakukan di salah satu tempat usaha, terdapat hasil reaktif dari pembeli.

Hal ini tentu sangat cepat menyebar ke masyarakat sehingga menyebabkan tempat usaha tersebut mengalami penurunan.

"Hal ini serta merta langsung membuat usaha tersebut mengalami penurunan selama beberapa hari. Dalam jangka waktu panjang, tentu mengurangi rasa trust konsumen terhadap tempat usaha tersebut," ujar Rizky.

Komentar

Berita Terkait