alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Waspada 3 Varian Baru Virus Corona, Satu Sudah Masuk Kepri

Eko Faizin Rabu, 05 Mei 2021 | 03:15 WIB

Waspada 3 Varian Baru Virus Corona, Satu Sudah Masuk Kepri
Ilustrasi varian baru virus corona. [Unsplash/Martin Sanchez]

Untuk varian corona B1617 terdeteksi berada di Kepulauan Riau (Kepri) sebanyak satu kasus dan DKI Jakarta dua kasus.

SuaraRiau.id - Masyarakat diminta untuk mewaspadai tiga varian baru SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 karena lebih cepat menular.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam acara virtual bertema Waspada Klaster Baru, Selasa (4/5/2021).

"Virus corona varian jenis baru sudah masuk ke Indonesia. Varian baru tersebut antara lain B117, B1351, dan B1617," kata Siti Nadia dikutip dari Antara, Selasa (4/5/2021).

Ia mengungkapkan bahwa di beberapa negara saat ini sedang terjadi lonjakan kasus Covid-19. Beberapa faktor yang menjadi penyebab peningkatan kasus adalah mobilitas pergerakan masyarakat.

Varian baru virus Covid-19 yaitu B117 asal Inggris, kemudian B1351 asal Afrika Selatan dan varian mutasi ganda dari India B1617.

“Varian yang digolongkan dengan Varian of Concern ini diketahui memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi sekitar 36 sampai 75 persen dibandingkan dengan jenis virus yang beredar sebelumnya,” katanya.

Ia menjelaskan, varian B117 saat ini merupakan varian yang paling banyak dilaporkan dari berbagai negara. WHO mencatat berbagai peningkatan kasus sampai 49 persen varian B117 yang bersirkulasi di Asia Tenggara.

Lebih lanjut, Nadia menjelaskan terkait mutasi atau varian baru di Indonesia. Menurutnya masih terus diteliti dan melakukan pengujian pada 786 laboratorium.

Laboratorium-laboratorium ini juga yang memeriksa Covid-19. Siti Nadia malaporkan terdapat 13 kasus dari varian B117.

Masing-masing terdeteksi berada di Sumatera Utara sebanyak dua kasus, Sumatera Selatan satu kasus, Banten satu kasus, Jawa Barat lima kasus, Jawa Timur satu kasus, Kalimantan Timur satu kasus dan Bali dua kasus.

Komentar

Berita Terkait