Dari komunikasi dengan sang adik, ciri-ciri kemiripan kembali ditemukan. Ciri-ciri tersebut yakni adanya luka di pelipis, ada tanda khusus di telinga kanan, sampai lesung pipit.
“Kalau dari ciri-ciri fisik memang sangat mendekati. Jadi kondisi Asep ini sekarang sehat, secara fisik, tetapi secara psikis yang bersangkutan amnesia, jadi lupa. Kalau ditanya, dia hanya menjawab didatangi senior,” sebutnya.
Sementara itu, pihak Polda Aceh sendiri akan melakukan langkah lanjutan pada Asep. Di antaranya sudah menghubungi pihak Brimob Kedunghalang, kesatuannya dulu.
Kemudian, Polda Aceh juga sudah menurunkan tim inafis, DVI, serta Dokkes untuk memastikan DNA dari Asep untuk dicocokkan dengan saudaranya di Lampung.
Termasuk pencocokan sidik jari, termasuk ciri fisik lebih lanjut, apakah benar dia adalah Asep, Bripda yang ditugaskan di Aceh saat tsunami berlangsung.
Andaipun benar itu polisi Asep, Polda Aceh berjanji akan memulihkan hak-haknya sebagai warga negara yang masih hidup, termasuk mendapatkan hal-hal yang pantas didapat dari pihak Kepolisian.
“Kebetulan kedua orangtuanya sudah meninggal, jadi dia hanya punya satu saudara bernama Mahyudin di Lampung, itu adiknya. Reaksi adiknya sangat bersyukur, senang, bahwa kakaknya masih ada, dan dia sangat membantu proses identifikasi ini,” katanya.