facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Setahun Virus Corona, Yahya Waloni Tak Percaya Covid: Hanya Permainan

Eko Faizin Rabu, 03 Maret 2021 | 17:48 WIB

Setahun Virus Corona, Yahya Waloni Tak Percaya Covid: Hanya Permainan
Ustaz Yahya Waloni. [Youtube: Hadist TV]

Dalam sebuah video di kanal YouTube, Yahya Waloni tak percaya dengan keberadaan Covid-19 di Indonesia.

SuaraRiau.id - Ustaz Yahya Waloni kembali menyampaikan pernyataan soal Covid-19 dalam ceramahnya. Dalam sebuah video di kanal YouTube, Yahya Waloni tak percaya dengan keberadaan Covid-19 di Indonesia.

Padahal pandemi virus Corona sudah genap setahun melanda dunia termasuk Indonesia. Tak hanya itu, Covid-19 juga telah memakan korban jiwa di berbagai belahan dunia.

Atas alasan tersebut, dia sampai kini salah satu orang yang enggan memakai masker ke mana pun. Waloni meyakini bahwa virus Corona lah yang membuat makin berantakannya ekonomi di Indonesia.

Dalam sebuah ceramah terbaru yang diunggah pada Selasa (2/3/2021), Ustaz Yahya Waloni lantas berandai-andai jika dirinya menjadi seorang Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Waloni, hal yang bakal dia umumkan adalah sudah tak adanya virus di negeri ini.

“Kalau saya jadi Jokowi, sudah umumkan saja tak ada virus. Bahwa negara kita sudah aman, orang-orang bule di sana biar saja ada virus,” kata Ustaz Yahya Waloni di laman YouTube Hadist TV dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com, Rabu (3/3/2021).

Ia bahkan meragukan kebenaran besarnya angka kematian yang terjadi akibat Covid-19 di Indonesia. Menurutnya, ini sekadar akal-akalan belaka saja. Sebab lagi-lagi dia meyakini kalau covid-19 sebenarnya tak berbahaya. Seperti yang digembar-gemborkan selama ini di media.

“Covad-covid ini enggak bahaya, kalau bahaya saya tentu bisa lihat testimoni, mata pindah ke belakang, tangan pindah ke bawah, itu baru bahaya,” katanya.

Sementara yang dipaparkan saat ini, hanya sekadar data-data yang dianggap tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Padahal, kalau benar, pemerintah bisa saja menyebut identitas jelasnya agar masyarakat percaya akan data tersebut.

“Nah itu, ini tiba-tiba mati 500 sembuh 500. Ini begini kawan, permainan yang manis, yang begini-begini sudah lah. Ini betul-betul jurus yang kalau zaman Jahiliyah Abu Nawas ini,” katanya lagi.

Tak hanya itu, dalam kesempatan yang sama, Yahya Waloni lantas coba bertanya ke jamaahnya, soal kenyamanan menggunakan masker. Sebab dia pasti meyakini hal itu sangatlah tidak menyenangkan.

“Coba kalau saya tanya, jujur ya, ini buat umpan balik, coba jawab enak mana? Hidup pakai masker begini atau umumkan. Jujur saya mau tanya. Umpamanya corona sudah tidak ada, kita semua lepas masker, kita semua senang enggak? Nah coba itu coba tanya semua masyarakat,” katanya lagi.

Sebenarnya ada virus yang menurutnya lebih berbahaya ketimbang covid-19, yakni virus Anthrax dan SARS. Di mana, kata dia, sudah 12 tahun hadir, namun belum juga ada vaksinnya.

Dia kemudian menyinggung lagi soal dugaan rekayasa soal Covid. Dari pengakuannya, ada tukang ojek di dekat rumahnya disodori Rp 15 juta untuk mengaku Covid. Dari sana, keyakinannya akan Covid itu tak berbahaya makin menjadi-jadi.

“Tukang ojek, sampai muncul di tvOne, tapi ya sudahlah kita ikuti saja kebodohan ini, kita ikuti saja. Sampai kapan? Sampai kiamat kita begini terus, enjoy saja.” ujar dia.

Update virus Corona Indonesia
Meskipun masih banyak kalangan masyarakat yang tidak percaya adanya virus tersebut, namun jumlah yang positif dan meninggal akibat Covid-19 terus bertambah setiap harinya.

Mengutip Covid19.go.id, hingga Selasa (2/3/2021) ada tambahan 6.808 kasus baru yang terinfeksi Corona di Indonesia. Sehingga total menjadi 1.353.834 kasus positif Corona.

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus corona bertambah 9.053 orang sehingga menjadi sebanyak 1.169.916 orang.

Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus corona di Indonesia bertambah 203 orang menjadi sebanyak 36.721 orang.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar

Berita Terkait