alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Menteri Luhut Singgung Banyak Pejabat Tak Beli Produk Dalam Negeri

Eko Faizin Rabu, 03 Maret 2021 | 14:36 WIB

Menteri Luhut Singgung Banyak Pejabat Tak Beli Produk Dalam Negeri
Menkopolhukam Luhut Panjaitan [suara.com/Oke Atmaja]

Ia menyatakan pemerintah telah mewajibkan penggunaan produk dalam negeri untuk pengadaan barang dan jasa.

SuaraRiau.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan masih banyak pejabat pemerintah abai terhadap aturan menggunakan produk dalam negeri.

Menteri Luhut mengungkapkan hal tersebut dalam sambutan di acara Karya Kreatif Indonesia 2021: Eksotisme Lombok, Rabu (3/3/2021).

Ia menyatakan pemerintah telah mewajibkan penggunaan produk dalam negeri untuk pengadaan barang dan jasa.

"Masih banyak pejabat-pejabat kita yang mengabaikan aturan yang sudah ada bahwa harus menggunakan produk-produk dalam negeri sepanjang itu bisa dibuat di dalam negeri. Dan itu sudah masuk LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah," katanya dilansir dari Antara, Rabu (3/3/2021).

Lebih lanjut, Luhut Pandjaitan menyampaikan total belanja barang dan modal pemerintah mencapai sekitar Rp 1.200 triliun.

Jika separuh dari angka tersebut digunakan untuk membeli produk dalam negeri, ia yakin dampaknya akan besar untuk menciptakan jutaan lapangan pekerjaan.

"Kita terkadang tidak melihat betapa Indonesia itu sangat kaya, sangat hebat. Kita memiliki belanja barang, belanja modal, mungkin lebih dari Rp1.200 triliun. Kalau angka ini setengahnya saja kita gunakan untuk beli produk dalam negeri, itu sudah buat jutaan lapangan kerja dan kehematan (penghematan) kita," terang dia.

Tak hanya itu, Luhut juga menyampaikan bahwa upaya pemerintah mengkampanyekan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) jadi langkah tepat untuk mendorong penggunaan produk dalam negeri.

Bersama dengan Gerakan Nasional Bangga Berwisata #diIndonesiaAja, Luhut berharap sinergi kampanye itu jadi jawaban atas tantangan yang tengah dihadapi industri pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah masa pandemi Covid-19.

Menteri Luhut juga meminta semua pihak untuk bekerjasama dan bergotong royong mendukung UMKM Indonesia.

"Tetaplah kita semua bekerjasama, kesampingkan ego sektoral. Jangan merasa ini hanya bagiannya. Ini bagian kita ramai-ramai, dan kita harus selesaikan gotong royong untuk sebuah hasil yang optimal," pungkas Luhut.

Pemerintah tengah mengkampanyekan gerakan untuk mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif. Setelah Januari mengangkat citra produk Bali, Februari produk Danau Toba, kini giliran produk NTB yang diangkat melalui Karya Kreatif Indonesia 2021: Eksotisme Lombok. (Antara)

Komentar

Berita Terkait