alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Geger Nenek di Pelalawan Meninggal Diserang Harimau, Ini Kata BBKSDA Riau

Eko Faizin Selasa, 02 Maret 2021 | 21:11 WIB

Geger Nenek di Pelalawan Meninggal Diserang Harimau, Ini Kata BBKSDA Riau
Ilustrasi korban meninggal diserang harimau. (Shutterstock)

Bahkan tubuh satwa cenderung hitam, tak tampak juga ekor maupun wajah dari satwa tersebut.

SuaraRiau.id - Warga Desa Tanjung Air, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan dihebohkan dengan beredarnya kabar seorang nenek berusia 64 tahun yang diserang harimau sumatera.

Namun Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam atau BBKSDA Riau, memastikan penyerangan ini bukan dilakukan oleh harimau sumatera. Hingga kini, kematian lansia tersebut masih menjadi misteri.

Kepala Bidang KSDA Wilayah I, Andri Hansen Siregar menjelaskan, dugaan bahwa serangan itu bukan berasal dari si raja hutan juga berdasarkan hasil dari mitigasi tim yang turun langsung ke lapangan.

"Dari keterangan, kita simpulkan penyerangan terhadap Simi bukan dilakukan oleh Harimau. Korban juga tidak mengalami luka gigitan atau pun cakaran," katanya, Selasa (2/03/2021).

Dari keterangan anak korban Jamilus, secara fisik tidak terlalu jelas satwa yang menyerang orangtuanya tersebut.

Ia menuturkan tidak ada belang pada tubuh satwa itu. Bahkan tubuh satwa cenderung hitam, tak tampak juga ekor maupun wajah dari satwa tersebut.

"Bila dilihat dari pola serangan, diduga bukan satwa harimau sumatera," ungkapnya.

Ketika dilakukan pemeriksaan oleh bidan desa, korban hanya terlihat mengalami benturan benda tumpul pada bagian mata dan pelipis. Kemudian tidak ada bekas cakaran atau gigitan satwa.

"Korban juga hanya merasa didorong dari arah belakang hingga terjatuh terlentang. Kemudian satwa lari ke dalam semak belukar," bebernya.

Berdasarkan informasi dari korban, tim BBKSDA Riau bersama Kapolsek Kerumutan, Iptu Fajri dan Kepala Desa Tanjung Air Hitam kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Petugas juga tidak menemukan adanya bekas jejak atau cakaran satwa harimau.

"Dugaan kami bukan satwa. Kemungkinan manusia, tapi kami akan memastikan lebih lanjut dengan memasang kamera trap," ujarnya.

Untuk diketahui, Simi pada Sabtu (27/02/2021) sekitar pukul 09.00 WIB hendak mengambil perangkap ikan di kanal di kebun karet miliknya yang berjarak 500 meter dari tempat tinggal korban. Sementara cucunya Habibie (20) yang bersamanya kala itu tengah menderes pohon karet di lokasi.

Kontributor : Panji Ahmad Syuhada

Komentar

Berita Terkait