Momen Penyelamatan Sultan Syarif Kasim II oleh Suku Tionghoa

Kejadian ini terjadi pada tahun 1926, saat Sultan pulang dari Medan, guna menjumpai Gubernur Belanda untuk Sumatera Timur.

Eko Faizin
Selasa, 09 Februari 2021 | 13:08 WIB
Momen Penyelamatan Sultan Syarif Kasim II oleh Suku Tionghoa
Yang Dipertuan Besar Syarif Kasim Abdul Jalil Saifuddin atau Sultan Syarif Kasim II. [Ist]

SuaraRiau.id - Seorang dari suku China atau Tionghoa diceritakan pernah menyelamatkan nyawa Raja Siak Sultan Syarif Kasim II. Dalam peristiwa itu, kapal Sultan Syarif Kasim II terancam ketika kapalnya kemasukan air di Sungai Siak.

Mereka yang menyelamatkan kapal sultan merupakan anak buah Nyonyah Hitam dari Suku China, hidup di sekitar Tanjung Pedade, Sungai Siak.

Sultan terakhir Kerajaan Siak Sri Indrapura itu tak bisa berkata-kata apapun saat ia tahu bahwa nyawanya diselamatkan oleh sekelompok orang bermata sipit.

Kejadian ini terjadi pada tahun 1926, saat Sultan pulang dari Medan, guna menjumpai Gubernur Belanda untuk Sumatera Timur.

Peristiwa itu diungkapkan anak Juru Tulis kemudian menjadi Sekretaris Sultan Syarif Kasim II, Muhammad Jamil, bernama Orang Kaya Nizami Jamil.

Kala itu, diceritakannya, Sultan sangat murka melihat arogansi pejabat Hindia Belanda terhadap Kerajaan Siak. Kompeni dengan seenaknya memindahkah bahkan mencopot orang-orang kepercayaan Sultan dari posisinya.

Pencopotan dan pemindahan tersebut sangat tak disukai Sultan. Dimulai tahun 1921, saat Belanda mulai menjadi-jadi dalam menjalankan politik adu dombanya. Setahun kemudian, 1921, Belanda memberhentikan mertua sekaligus mentornya, Tengku Pangeran Embung, dari posisinya sebagai Orang Besar.

Waktu itu, Belanda menganggap Tengku Pangeran Embung terlalu banyak mempengaruhi tata pemerintahan Kerajaan Siak. Sultan murka dengan pemberhentian tersebut. Namun, apa daya, Sultan tak bisa berbuat banyak, seperti mengangkat senjata atau lakukan perlawanan lainnya.

"Ini semua tak terlepas dari politik devide et impere, politik adu domba Belanda di Kerajaan Siak. Mana yang tak mereka sukai, diberhentikan, dipindahkan dan akhirnya berhenti," kata OK Nizami Jamil, dalam bukunya Tahta untuk Negeriku Indonesia dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com.

Tengku Pangeran Embung selama ini dikenal sebagai orang yang menjalankan roda pemerintahan di Kerajaan Siak, selama Sultan Syarif Kasim II menjalani pendidikan di Batavia hingga ia dinobatkan sebagai Sultan.

Tak hanya mertuanya, Sekretaris Sultan, Tengku Jambul, juga ikut kena getahnya, gara-gara dekat dekat dengan Sultan Syarif Kasim II. Ia dipindahkan ke Bagansiapiapi sebagai Districshoof. Tak lama kemudian, Belanda kemudian memberhentikannya dari jabatan tersebut.

Ia lalu minta ke Sultan untuk berangkat ke Mesir untuk mengantarkan anaknya bersekolah di Negeri Piramid tersebut. Namun, ternyata Tengku Embung berangkat sekeluarga melalui Singapura menggunakan kapal laut.

Berselang kepergian Tengku Embung ke Mesir, petinggi kerajaan juga terkena imbasnya. Datuk Lima Puluh dipensiunkan dengan alasan sudah tua oleh Belanda.

Datuk Pesisir Muhammad Zen ditunjuk sebagai Datuk Bandar di Pekanbaru. Tak lama menjabat, Belanda kemudian memecatnya dan menggantikannya dengan Datuk Comel.

Datuk Tanah Datar kemudian diplot mengisi kekosongan Tengku Jambul sebagai Districtshoof di Bagansiapiapi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini