Ia mengaku kala itu posisinya sebagai influencer atau orang yang memberikan pengaruh kepada masyarakat.
Disitat dari video berjudul 'Abu Janda soal Rasis dan Islam Arogan' di program Blak-blakan, Abu Janda mengungkapkan, sebelum aktif bermedia sosial dan masuk tim kampanye Jokowi, dia merupakan karyawan perusahaan Jepang.
“Kalau orang bisnis itu istilahnya jebol itu ya pas direkrut sama Pak Jokowi tahun 2018. Kita direkrut setahun sebelum Pilpres. Jadi aku lumayanlah, Alhamdulillah dapetnya (gaji) lumayan. Itu jackpot lah, sebelumnya bisa makan aja udah syukur,” ujarnya, dikutip Selasa 2 Februari 2021.
“Plus gara-gara jadi Timses Jokowi, aku ada peluang untuk itu (pergi ke luar negeri untuk menjadi pembicara). Alhamdulillah, rezekinya lumayan,” sambungnya
Pada kesempatan itu, Abu Janda juga bicara mengenai peluangnya menduduki kursi komisaris BUMN. Sebab, banyak pendukung Jokowi yang belakangan ramai mengisi jabatan tersebut. Pegiat media sosial itu mengatakan tak pernah ditawari kursi komisaris lantaran dia sudah dibayar besar sebagai influencer.
“Kenapa ada yang dapet jabatan komisaris dan enggak? Karena orang-orang yang dapet jabatan komisaris ini adalah orang-orang yang memang berjuang di TKN waktu itu. Kalau aku dan Denny Siregar adalah influencer yang dibayar,” urainya.
Bukan hanya itu, Abu Janda juga memastikan, bayaran yang dia terima selama menjalani tugas tersebut tidak sedikit, alias sangat besar.