alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Belajar Keberagaman di Kampung Adat Asli Anak Rawa Penyengat Siak

Eko Faizin Sabtu, 12 Desember 2020 | 11:41 WIB

Belajar Keberagaman di Kampung Adat Asli Anak Rawa Penyengat Siak
Sejumlah anak Suku Anak Rawa di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. [Istimewa]

Ada belasan suku yang ada di Kampung Adat Asli Anak Rawa Penyengat, namun semuanya ikut hukum adat yang diterapkan di Suku Anak Rawa.

SuaraRiau.id - Di berbagai wilayah di Nusantara, penerapan hukum adat sudah jarang kali terdengar. Di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, ada Kampung Adat Asli Anak Rawa Penyengat.

Di sana, hukum adat di atas segalanya dibanding persoalan agama. Seperti dikatakan Ketua Kerapatan Adat Kampung Adat Asli Anak Rawa Penyengat, Alid (34), ia bercerita bahwa menjaga warisan dari leluhurnya bukanlah hal mudah.

Namun, dirinya bersama kepala suku lainnya tetap menjaga adat di kampungnya.

"Di sini kami memang membuat aturan bahwa hukum adat berlaku keras kepada siapapun yang melanggar dan hal itu bukan bersifat imbauan tapi tertulis serta ada pasal yang mengatur," jelas Alid, ditemui SuaraRiau.id di rumahnya, Jumat (11/12/2020) petang.

Ada belasan suku yang ada di Kampung Adat Asli Anak Rawa Penyengat, namun semuanya ikut hukum adat yang diterapkan di Suku Anak Rawa.

"Di sini ada berbagai macam agama, ada Budha, Hindu, Kristen, Muslim, dan Penganut Kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa, tapi semuanya tunduk pada hukum adat," jelasnya.

Bahkan dalam satu keluarga, anggota keluarganya ada yang berbeda-beda agama yang dianutnya. Namun, semua tidak ada perbedaan dalam penerapan hukum adat di kampung itu.

Sejumlah warga Kampung Adat Asli Anak Rawa Penyengat Kabupaten Siak, Riau berfoto usai melakukan kegiatan di kampung mereka. [Istimewa]
Sejumlah warga Kampung Adat Asli Anak Rawa Penyengat Kabupaten Siak, Riau berfoto usai melakukan kegiatan di kampung mereka. [Istimewa]

Semua diperlakukan sama di mata adat.

"Tanpa terkecuali, kita terapkan sama," tegasnya.

Sebagai suku tertua, kata Alid, Suku Anak Rawa punya sembilan batin. Batin itu sendiri memiliki arti pada masa dahulunya adalah Kepala Kampung Adat.

Komentar

Berita Terkait