alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Belajar Keberagaman di Kampung Adat Asli Anak Rawa Penyengat Siak

Eko Faizin Sabtu, 12 Desember 2020 | 11:41 WIB

Belajar Keberagaman di Kampung Adat Asli Anak Rawa Penyengat Siak
Sejumlah anak Suku Anak Rawa di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. [Istimewa]

Ada belasan suku yang ada di Kampung Adat Asli Anak Rawa Penyengat, namun semuanya ikut hukum adat yang diterapkan di Suku Anak Rawa.

"Ada sembilan batin dahulunya di Suku Anak Rawa ini, semua makamnya ada, sehingga bisa merunutkan sejarahnya," jelas Alid.

Langgar Hukum Adat
Ditegaskan Alid, untuk persoalan kasus pemerkosaan, perselingkuhan, penghinaan agama, akan diusir dari kampung dan ada denda adat 1 kesalahan akan dijatuhi 2 hektare tanah.

"Baru-baru ini hukum itu sudah berlaku 2 kali, dengan terpaksa kami usir dari kampung," ungkapnya.

Sejujurnya, kata Alid, terkadang perasaan manusiawinya hadir di tengah-tengah penerapan hukum adat yang diterapkan.

"Semuanya soal hukum adat ke saya, jadi terkadang sedih jika harus mengusir. Kemarin yang diusir datang ke rumah menangis dan mohon maaf, tapi namanya hukum adat harus kita tegakkan," kata Alid.

Ditambahkannya, untuk kasus pencurian akan dihukum mencuci parit yang ada di Kampung Adat Asli Anak Rawa Penyengat.

"Setiap tanggal 1 kami rutin melaksanakan gotong royong membersihkan parit, tapi jika di luar tanggal 1 ada yang mencuci parit maka itu yang sedang berkasus," tambahnya dengan senyum.

Untuk kasus mempermalukan orang/berkata kotor depan umum lanjut Alid, itu tidak boleh sembarangan. Kesalahan itu akan mendapat hukuman membeli baju dan dipasangkan di depan para pemangku adat.

"Bisa juga dengan kain potong/kain bahan dibungkus kain kuning," katanya.

"Saya saja mau meludah lihat-lihat orang dulu baru pelan-pelan meludah ke bawah," tambahnya.

Komentar

Berita Terkait