Asal Muasal Azan Hayya Alal Jihad: Diciptakan Teroris Arab Saudi

Kalimat "Hayya Alal Jihad" itu dipakai dalam gerakan perlawanan terhadap rezim pemerintah Arab Saudi.

Fitri Asta Pramesti | Hernawan
Selasa, 01 Desember 2020 | 16:33 WIB
Asal Muasal Azan Hayya Alal Jihad: Diciptakan Teroris Arab Saudi
Geger Video Sekelompok Orang Serukan Hayya Alal Jihad (YouTube/LDTV).

SuaraRiau.id - Video azan yang didalamnya teruang seruan untuk berjihad atau Hayya Alal Jihaad belakangan beredar di media sosial. 

Lafal azan yang seharusnya berbunyi Hayya Alash Sholah digantikan dengan kalimat Hayya Alal Jihaad itu langsung jadi perbincangan warganet.

Rupanya, asal muasal kalimat Hayya Alal Jihad itu kali pertama dicetuskan oleh oposan garis keras pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Salah satu tokoh yang ikut memopulerkan kalimat "Hayya Alal Jihad" tersebut tidak lain adalah Salman Al-audah. Salman sendiri di Arab Saudi menjadi terdakwa terorisme.

Baca Juga:Tolak Ajakan Jihad, JK: Jangan Dijadikan Masjid Tempat Pertentangan!

Adapun kalimat "Hayya Alal Jihad" itu dipakai Salman Al-audan untuk melawan rezim pemerintah Arab Saudi.

Salman Al-Audah (Hops).
Salman Al-Audah (Hops).

Seperti dikutip dari Hops.id -- Jaringan Suara.com, Doktor UIN Syarif Hidayatullah, M. Ishom El Saha dalam artikel yang dimuat di Alif.id menyebutkan Salman Al-Audan lahir di Al Bashr, dekat kota Buraiha, Al Qassim, Arab Saudi pada 1955.

Salman Al-Audah dikenal sebagai ulama sejak mengawali karir sebagai Imam Besar Masjid Al Bashra.

Di masjid tersebut, dia menyampaikan ceramah agama seputar hadis yang ada dalam kitab Bulughul Maram. Salman Al-Audah mengulas hadis pada kitab tersebut dengan pendekatan madzhab Hambali.

Jiwa oposan Salman Al-Audah sendiri mulai terlihat saat dirinya mengkritik keras kebijakan Arab Saudi yang mendukung Amerika Serikat dalam Perang Teluk melawan Irak yang ingin menganeksasi Kuwait.

Baca Juga:Jusuf Kalla: Azan Hayya Alal Jihad Itu Keliru, Harus Diluruskan

Dia menentang langkah pemerintah Arab Saudi dan mempertanyakan fatwa Bin Baz yang mendukung upaya penyerangan terhadap Irak tersebut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini