alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

NIK dan KK Tak Valid? Jangan Panik Dulu, Inilah Cara Mengatasinya

Eko Faizin Senin, 23 November 2020 | 15:35 WIB

NIK dan KK Tak Valid? Jangan Panik Dulu, Inilah Cara Mengatasinya
Ilustrasi Kartu Keluarga atau KK (kependudukancapil.jakarta.go.id)

Khususnya ketika ingin menggunakannya untuk mendaftar ke berbagai program pemerintah.

SuaraRiau.id - Di Indonesia, keberadaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) memiliki peran yang sangat penting. Oleh sebab itu, ketika bermasalah banyak orang yang ingin mengetahui penyebab NIK dan KK tak valid.

Apalagi orang yang pernah mendapati NIK dan KK tidak valid tanpa alasan jelas. Khususnya ketika ingin menggunakannya untuk mendaftar ke berbagai program pemerintah.

NIK dan KK sendiri kerap digunakan untuk mengisi daftar data pribadi yang ada pada sejumlah program garapan pemerintah, seperti program bantuan pemerintah, Kartu Pra Kerja, registrasi kartu SIM HP prabayar, dan sebagainya.

Bila dalam kondisi NIK dan KK yang tak valid, jangan panik dulu. Berikut penyebab NIK dan KK tidak valid serta cara bijak mengatasinya, berdasarkan sumber yang dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com:

1. Masalah sistem pencatatan
Salah satu penyebab NIK dan KK tidak valid yang sering terjadi dan dialami oleh berbagai orang ialah karena adanya kesalahan sistem dalam mencatat.

Sebagai contoh, lembaga yang mengurusi NIK dan KK yakni Dukcapil bisa saja salah mencatat sehingga NIK dan KK kamu tidak terdaftar secara resmi. Atau bisa juga, adanya kesalahan dan masalah sistem yang ada pada databese milik Kemendagri.

Namun jangan keburu menyalahkan terlebih dahulu sebab ini hanya perkiraan saja. Untuk itu, cara mengatasi jika terdapat masalah pada sistem Dukcapil atau Kemendagri, bisa melaporkan ke Disdukcapul setempat ataupun di kelurahan terdekat di mana lokasi membuat KK dan KTP.

Ketika hendak mendatangi Disdukcapil, pastikan pula sejumlah dokumen yang diperlukan lengkap dan telah difotokopi. Adapun dokumen yang sewaktu-waktu dibutuhkan yakni KK, KTP, Akte Kelahiran, dan sebagainya.

Lebih lanjut, bila tak sempat menyambangi kantor Disdukcapil, maka bisa menghubungi sejumlah opsi layanan pengaduan secara jarak jauh atau disebut online. Berikut kontaknya:

a. Call Center : 1500537
b. Facebook : Ditjen Dukcapil
c. Whatsapp : 08118005373
d. Twitter : @ccdukcapil
e. Email : callcenter.dukcapil@gmail.com
f. SMS : 08118005373

Komentar

Berita Terkait