Lihat Pemandangan Alam Bisa Jaga Kewarasan Selama Pandemi Covid-19

Nah, salah satu cara menjaganya adalah dengan berjalan-jalan di alam sekitar.

Eko Faizin
Senin, 23 November 2020 | 14:55 WIB
Lihat Pemandangan Alam Bisa Jaga Kewarasan Selama Pandemi Covid-19
Ilustrasi: Gambar Pemandangan.

SuaraRiau.id - Di masa pandemi Covid-19, tak hanya kesehatan fisik yang perlu dijaga. Namun menjaga kesehatan mental juga harus jadi perhatian. Nah, salah satu cara menjaganya adalah dengan berjalan-jalan di alam sekitar.

Temuan berdasarkan studi Jurnal Ecological Applications menunjukkan, alam di sekitar rumah seseorang dapat membantunya mengurangi beberapa efek kesehatan mental negatif dari pandemi Covid-19.

Studi ini didasarkan pada sebuah survei yang melibatkan 3.000 orang dewasa di Tokyo, Jepang. Peneliti mengamati hubungan antara depresi, kepuasan hidup, kebahagiaan subjektif, penghargaan diri dan kesepian dengan frekuensi penggunaan ruang hijau.

Mereka menemukan, pemanfaatan ruang hijau yang lebih sering termasuk melihat pemandangan hijau dari jendela rumah berhubungan dengan peningkatan tingkat penghargaan diri, kepuasan hidup, kebahagiaan subjektif, serta penurunan tingkat depresi dan kesepian.

"Alam sekitar bisa berfungsi sebagai penyangga untuk mengurangi dampak merugikan peristiwa yang sangat menegangkan pada manusia," kata penulis utama studi, Masashi Soga dari The University of Tokyo seperti dilansir dari Science Daily, Minggu (22/11/2020).

Dikutip dari Antara, pakar kesehatan di Harvard Medical School, Jason Strauss menuturkan, berinteraksi dengan alam menawarkan manfaat terapeutik yang menenangkan, menurunkan tekanan darah dan kadar hormon stres kortisol baik itu dari aspek visual maupun suara.

Pemandangan sekitar Gunung Sumbing dan Sindoro dari Posong [Suara.com/Nicholas Ingram].
Pemandangan sekitar Gunung Sumbing dan Sindoro dari Posong [Suara.com/Nicholas Ingram].

"Pepohonan dan tanaman hijau membantu mengalihkan pikiran Anda dari pemikiran negatif, sehingga pikiran Anda tak dipenuhi dengan kekhawatiran," tutur dia dalam laman resmi Harvard Medical School.

Jika berjalan di alam tidak memungkinkan, mendengarkan suara alam punya efek yang serupa, menurut studi dalam Scientific Reports pada Maret 2017.

Peneliti menggunakan pemindai MRI untuk mengukur aktivitas otak pada orang saat mereka mendengarkan suara alam.

Mereka menemukan, kegiatan ini punya proses yang sama seperti beristirahat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini