alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Achmad Mochtar, Ilmuwan Indonesia Dipancung Usai Disiksa 10 Bulan

Eko Faizin Minggu, 22 November 2020 | 07:48 WIB

Kisah Achmad Mochtar, Ilmuwan Indonesia Dipancung Usai Disiksa 10 Bulan
Ilustrasi ilmuwan. [Pixabay/felixioncool]

Sebelum dipancung, Mochtar mengalami penyiksaan selama lebih sepuluh bulan.

SuaraRiau.id - Seorang ilmuwan Indonesia dipancung pada tanggal 3 Juli 1945 oleh tentara Jepang di Indonesia.

Ilmuwan bernama Profesor dr Achmad Mochtar gugur dipancung usai dipaksa mengakui perbuatannya.

Ketka itu, sang profesor dituduh melakukan sabotase terhadap Jepang. Dengan cara mencemari vaksin tifus-kolera-disentri dengan bakteri dan racun tetanus.

Ratusan Romusha meninggal dunia akibat vaksin tersebut. Sebelum dipancung, Mochtar mengalami penyiksaan selama lebih sepuluh bulan.

Sekolah Pascasarjana (SPS) dan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Hasanuddin menggelar diskusi buku “Eksperimen Keji Kedokteran Penjajahan Jepang: Tragedi Lembaga Eijkman dan Vaksin Maut Romusha 1944-1945”.

Kegiatan yang menghadirkan 100 peserta ini berlangsung secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting, pada Sabtu (21/11/2020), mulai pukul 16.00 Wita.

Diskusi buku “Eksperimen Keji Kedokteran Penjajahan Jepang: Tragedi Lembaga Eijkman dan Vaksin Maut Romusha 1944-1945” / [Foto: Unhas]
Diskusi buku “Eksperimen Keji Kedokteran Penjajahan Jepang: Tragedi Lembaga Eijkman dan Vaksin Maut Romusha 1944-1945” / [Foto: Unhas]

Buku yang dibedah mengisahkan Prof dr Achmad Mochtar. Ilmuwan yang tercatat sebagai orang Indonesia pertama yang menjabat Direktur Lembaga Eijkman.

Prof Sangkot Marzuki, penulis buku yang hadir sebagai narasumber, menjelaskan selain menyiksa Mochtar, tentara pendudukan Jepang juga menyiksa ilmuwan-ilmuwan Lembaga Eijkman lainnya.

Untuk memperoleh pengakuan, bahwa ilmuwan Indonesia telah mencemari vaksin. Menyebabkan ratusan Romusha meninggal di Klender, Jakarta Timur.

Namun Jepang tidak memperoleh satu pun pengakuan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait