Ternyata Deklarator KAMI Riau Ini Calon Dewan Syuro Partai Masyumi

Diketahui, mantan Gubernur Riau ini merupakan salah satu dari 34 calon dewan syuro Partai Masyumi.

Eko Faizin
Selasa, 10 November 2020 | 16:51 WIB
Ternyata Deklarator KAMI Riau Ini Calon Dewan Syuro Partai Masyumi
Tangkapan layar mantan Gubernur Riau, Wan Abu Bakar. [Istimewa]

SuaraRiau.id - Hubungan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dengan Partai Masyumi juga berlanjut ke daerah.

Di Riau, relasi tersebut diwakilkan pada sosok Wan Abu Bakar. Adapun Wan Abu merupakan salah satu deklarator KAMI di Provinsi Riau.

Diketahui, mantan Gubernur Riau ini merupakan salah satu dari 34 calon dewan syuro Partai Masyumi.

Menurut Inisiator Masyumi Riau, Muhammad Navis, Wan Abu Bakar masuk sebagai kandidat dewan syuro lantaran terlibat kegiatan inisiasi Partai Masyumi di Provinsi Riau.

"Pak Wan merupakan ketua Persiapan Pendirian Partai Islam Ideologis Masyumi di Provinsi Riau. Dan dia masuk dalam 34 calon dewan syuro Masyumi," ungkapnya.

Adapun KAMI Riau di deklarasikan pada Jum'at (16/10/2020) melalui taklimat. Kelompok ini hadir sebagai bentuk kegelisahan terhadap pemerintah pusat terhadap sejumlah isu, diantaranya soal bidang ekonomi, politik, sosial, hukum, HAM, hingga sumber daya alam.

Wan Abu sendiri mengatakan munculnya Partai Masyumi merupakan bentuk kegelisahan atas aspirasi umat Islam di panggung negara.

Menurutnya persoalan umat saat ini tidak sebatas urusan haji, puasa atau beribadah semata.

"Tapi, juga merebut kekuasaan melalui jalur konstitusi. Partai Islam yang ada saat ini tidak membuat menyatukan seluruh umat, nah di Masyumi ini semuanya bersatu dan kita raih kekuasaan," imbuhnya.

Terpisah, pengamat politik dari Universitas Islam Riau, Panca Setyo Prihatin, menilai afiliasi KAMI dengan Partai Masyumi dapat dihubungkam melalui kesamaan narasi emosi. Ini terlihat dari profil anggota Masyumi dan KAMI yang mengkritik pemerintah.

"Kenapa mereka mengkritik, karena adanya anggapan bahwa pemerintah tidak responsif terhadap suara mayoritas. Itu terlihat dari pendekatan hukum misalnya, dimana dalam kebebasan berekpresi kritikan justru dibungkam. Sehingga pada giliranya membentuk politik identitas. Ini kita itu mereka," urainya.

Kontributor : Satria Kurnia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini