Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ada Panglima yang Dicopot Gara-gara Film G30S/PKI? Begini Kata Moeldoko

Eko Faizin Kamis, 01 Oktober 2020 | 12:35 WIB

Ada Panglima yang Dicopot Gara-gara Film G30S/PKI? Begini Kata Moeldoko
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko ketika menghadiri acara Aksi Nasional Pencehagan Korupsi (ANPK) di gedung KPK di Jakarta, Rabu (26/8/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.

Moeldoko menyampaikan bahwa hal itu merupakan penilaian subyektif dan boleh saja sejauh hanya perasaan yang bersangkutan.

SuaraRiau.id - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberi tanggapan terkait pernyataan seorang mantan Panglima TNI yang merasa dicopot dari jabatannya karena mengajak jajaran menonton bersama film G30S/PKI.

Hal tersebut diungkapkan Moeldoko dalam catatan refleksi Hari Kesaktian Pancasila di Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Moeldoko menyampaikan bahwa hal itu merupakan penilaian subyektif dan boleh saja sejauh hanya perasaan yang bersangkutan.

"Tentang pencopotannya, itu pendapat subyektif. Karena itu penilaian subyektif ya boleh-boleh saja, sejauh itu perasaan," ujar Moeldoko.

Moeldoko menekankan perasaan mantan Panglima TNI itu belum tentu sesuai dengan yang dipikirkan oleh pimpinan. Dia mengatakan pergantian pucuk pimpinan di sebuah organisasi itu melalui berbagai pertimbangan.

"Bukan hanya pertimbangan kasuistis tetapi pertimbangan yang lebih komprehensif," jelasnya.

Sementara itu menyoal pernyataan mantan Panglima TNI itu terkait potensi ancaman kebangkitan PKI yang nyata di Indonesia, Moeldoko yang juga merupakan mantan Panglima TNI mengatakan dirinya sebagai pemimpin yang dilahirkan dari akar rumput bisa memahami peristiwa demi peristiwa.

Moeldoko mengaku kerap mengevaluasi peristiwa demi peristiwa. Menurutnya, peristiwa tidak mungkin datang secara tiba tiba.

"Karena spektrum itu terbentuk dan terbangun tidak muncul begitu saja. Jadi jangan berlebihan sehingga menakutkan orang lain," jelasnya.

Moeldoko menilai bisa saja sebuah peristiwa besar menjadi komoditas untuk kepentingan tertentu.

Komentar

Berita Terkait