Indeks Terpopuler News Lifestyle

Alasan Kenapa Video Call di Masa Pandemi Covid-19 Bisa Sebabkan Stres

Risna Halidi | Luthfi Khairul Fikri Kamis, 17 September 2020 | 14:48 WIB

Alasan Kenapa Video Call di Masa Pandemi Covid-19 Bisa Sebabkan Stres
Video Call (djkn.kemenkeu.go.id)

Apa sebenarnya yang membuat sebagian orang stres saat melakukan panggilan video online?

SuaraRiau.id - Pandemi Covid-19 yang telah melanda seluruh dunia berbulan-bulan membuat banyak orang di dunia bertahan di rumah dan tidak terlalu sering bepergian.

Aktivitas perkantoran dan sekolah terpaksa diliburkan untuk sementara waktu dan diganti dengan penggunaan aplikasi panggilan video atau video call.

Intensitas panggilan video yang rutin dilakukan, bahkan hampir setiap hari, membuat sebagian orang mulai merasakan stres bekerja di rumah bila dibandingkan dengan bekerja di kantor. Tetapi apa sebenarnya yang membuat sebagian orang itu stres?

Profesor di Insead bernama Gianpiero Petriglieri dan Profesor di Clemson University bernama Marissa Shuffler mengaku kepada BBC Worklife telah mengeksplorasi pembelajaran dan pengembangan berkelanjutan di tempat kerja saat berada di rumah.

Menurut Petriglieri, melakukan panggilan video membutuhkan lebih banyak fokus daripada melakukan obrolan tatap muka.

Obrolan video membuat kita harus bekerja lebih keras untuk memproses isyarat non-verbal seperti ekspresi wajah, nada dan nada suara, bahasa tubuh. Hal tersebut kata mereka, akan lebih menghabiskan banyak energi.

"Pikiran kita bersatu ketika tubuh kita. Disonansi itu, yang menyebabkan orang memiliki perasaan yang saling bertentangan, melelahkan dan menambah tingkat stres. Jadi  Anda tidak bisa santai dalam percakapan secara alami," ucap dia seperti dilansir dari BBC Worklife pada Rabu (16/09/2020).

Petriglieri percaya fakta bahwa setiap orang merasa dipaksa untuk melakukan panggilan video mungkin menjadi faktor penyebab lain.

"Hal yang saya temukan adalah, kita semua kelelahan; Tidak peduli apakah mereka introvert atau ekstrovert. Kami mengalami gangguan yang sama dari konteks yang sudah dikenal selama pandemic," jelasnya.

Lalu ada fakta bahwa aspek kehidupan kita yang dulu terpisah - pekerjaan, teman, keluarga - sekarang terjadi di ruang yang sama.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait