Eko Faizin
Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:20 WIB
Satpol PP Pekanbaru mendatangi Kafe Laksamana Muda, lokasi yang menjadi tempat video menggegerkan itu untuk meminta klarifikasi, Senin (19/10/2026). [Ist]
Baca 10 detik
  • Satpol PP Pekanbaru mendatangi Kafe Laksamana Muda pada Senin malam untuk mengklarifikasi video viral dugaan perilaku LGBT.
  • Pihak pengelola kafe menyatakan bahwa acara musik tersebut digelar pada Minggu malam dengan pengunjung yang berpakaian biasa.
  • Satpol PP meminta pengelola serta pihak terkait hadir untuk pemeriksaan lebih lanjut guna menentukan sanksi yang tepat.

SuaraRiau.id - Masyarakat Pekanbaru dihebohkan dengan viralnya aksi sejumlah orang yang mengarah ke dugaan perilaku LGBT di sebuah kafe kota tersebut.

Belakangan, Satpol PP Pekanbaru mendatangi Kafe Laksamana Muda, lokasi yang menjadi tempat video menggegerkan itu untuk meminta klarifikasi.

Kepala Satpol PP Pekanbaru Desheriyanto mengatakan, pihaknya tidak menemukan aksi yang viral tersebut saat melakukan razia malam ini.

"Kami datang ke Kafe Laksamana Muda untuk klarifikasi. Agar tidak ada pihak yang dirugikan, baik orang-orang yang terlibat dalam aksi tersebut maupun pengusahanya," ujarnya usai razia di Kafe Laksamana, Senin (19/10/2026).

Satpol PP mendatangi kafe untuk mengklarifikasi kejadian sekaligus meminta penjelasan dari pihak pengelola.

Selain itu, petugas juga akan memanggil pengelola dan orang-orang yang muncul dalam video viral tersebut.

Pengelola juga diminta menghadirkan pihak yang terlibat agar persoalan itu dapat diperiksa secara menyeluruh.

Menurut keterangan penanggung jawab kafe malam ini, aksi yang viral tersebut terjadi pada Minggu (18/10/2026) malam.

Saat itu, kafe menggelar acara musik seperti biasa dan para pengunjung datang layaknya tamu pada umumnya.

Berdasarkan keterangan sementara dari pengelola, video yang beredar direkam oleh pengunjung yang terlibat dalam kejadian tersebut.

Pengelola juga mengaku bahwa orang-orang yang viral itu baru pertama kali datang ke kafe dan berpakaian seperti pengunjung pada umumnya.

Meski demikian, Satpol PP belum mengambil kesimpulan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kegiatan itu diselenggarakan oleh pihak kafe atau merupakan inisiatif pengunjung.

"Kami sudah melakukan pemanggilan. Ini akan kami periksa lagi. Harus ada klarifikasi dari kedua belah pihak," sebut Desheriyanto.

Sebagai langkah awal, Satpol PP memberikan kesempatan kepada pengelola untuk menutup kafe pada malam itu. Diharapkan, pengelola bersikap kooperatif selama proses klarifikasi berlangsung.

Load More