Eko Faizin
Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:50 WIB
Kurator pameran Saridan, MSn menjelaskan soal lukisan Utopia kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Ekraf Riau, Tekad Perbatas Setia Dewa dan Ketua Samade Riau Rudi Khairul di Galeri Hang Nadim, Pekanbaru, Rabu (21/10/2026). [Ist]
Baca 10 detik
  • Pelukis Yohanes Fitri resmi membuka pameran tunggal berjudul Utopia di Galeri Hang Nadim Pekanbaru pada Rabu malam.
  • Pameran menampilkan sembilan belas karya seni bertema satwa dan alam yang mengangkat isu pelestarian budaya serta ekologi.
  • Ketua Samade Riau Rudi Khairul membeli satu lukisan gajah tiga dimensi berjudul Perisai TNTN dalam acara tersebut.

SuaraRiau.id - Utopia Solo Exhibition karya pelukis Riau, Yohanes Fitri resmi dibuka di Galeri Hang Nadim (GHN), Anjungan Kampar Kompleks Bandar Serai Jalan Sudirman Pekanbaru, Rabu (21/10/2026) malam.

Pameran lukisan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekraf Riau, Tekad Perbatas Setia Dewa, ditandai dengan menyapukan kuas di kanvas.

Diikuti Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Riau Kristanto Januardi, Sekretaris Dinas Kebudayaan Riau Anton W Putra, Ketua Samade Riau Rudi Khairul dan Kepala GHN Furqon Elwe.

Seorang pengunjung menandai lukisan yang dibelinya di pameran tunggal Utopia karya Yohanes Fitri di Galeri Hang Nadim (GHN), Anjungan Kampar Kompleks Bandar Serai Pekanbaru, Rabu (21/10/2026) malam. [Ist]

Yohanes menuturkan, karya-karya Utopia berfokus pada eksplorasi gaya surealisme dan realisme yang mengangkat narasi mendalam tentang sejarah, pelestarian budaya hingga isu ekologis.

Uniknya, hampir seluruh lukisan yang digoreskan pelukis kenamaan Bumi Lancang Kuning tersebut menampilkan kura-kura sebagai obyek utama gambar.

"Kura-kura sebagai simbol sentral, merefleksikan ketahanan lintas zaman dan keseimbangan alam," ujar Yohanes, Rabu (21/10/2026).

Dia menggunakan visual kura-kura secara konsisten sejak 2018 dengan mengedepankan pendekatan konseptual yang memadukan medium konvensional.

Selain menampilkan ilustrasi kura-kura, Yohanes memamerkan beberapa lukisan gajah yang dibuatnya dari tahun 2026.

Pria yang kerap disapa Anes ini mengungkapkan, pameran tunggal ini adalah langkah awal Utopia Project, sebuah obsesinya untuk terus mengeksplorasi kekayaan lokal Riau di tengah kondisi kekinian.

"Utopia Project adalah perjalanan panjang saya di ranah seni yang mengeksplorasi kekayaan lokal Riau sejak masa lalu, kondisi kekinian dan bagaimana upaya bertahan di masa depan," jelasnya.

Rudi Khairul, salah satu pengunjung pameran merasa terkesima dengan belasan karya Yohanes yang mengangkat tema satwa dan alam.

"Lukisannya detail sekali, goresan-goresannya saya suka. Apalagi lukisannya tentang hewan," ujar Ketua Samade Riau tersebut.

Rudi Khairul pun membeli salah satu lukisan semi tiga dimensi yang menampilkan sosok gajah dengan latar hutan berjudul "Perisai TNTN".

Lukisan seekor gajah sumatera tersebut merupakan satu dari 19 karya yang dipamerkan termasuk patung yang terbuat dari plat logam.

"Iya saya tertarik (gambar) gadingnya, dan karena tiga dimensi seperti nyata," terangnya sembari melihat lukisan tersebut.

Load More