- Kabut asap tebal kiriman dari Sumatra Selatan menyelimuti Kabupaten Siak dan menyebabkan kualitas udara memburuk pada Oktober 2026.
- Sebanyak 116 warga Siak mengalami gangguan kesehatan pada 6 Oktober 2026, dengan kasus terbanyak terjadi pada anak usia 0 hingga 5 tahun.
- Bupati Siak Afni Zulkifli mengimbau sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh serta meminta orang tua membatasi aktivitas anak di luar rumah.
SuaraRiau.id - Kabut asap yang menyelimuti Siak semakin mengkhawatirkan. Selain membuat jarak pandang terganggu, kualitas udara yang memburuk mulai berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.
Bupati Siak Afni Zulkifli menyampaikan kabut asap tersebut bukan muncul akibat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya.
"Kabut asap saat ini bukan dari karhutla di Siak, melainkan dari wilayah lain," katanya, Rabu (7/10/2026).
Afni Zulkifli menegaskan, situasi udara yang tidak sehat seperti saat ini, agar anak-anak sekolah untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
"Kepala sekolah bisa ambil kebijakan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh mengingat kondisi udara yang tidak sehat saat ini," tambahnya.
Afni mengungkapkan, tak lain untuk menjaga kesehatan anak-anak agar tetap sehat dan tidak terpapar penyakit.
Selain itu, dia juga mengimbau agar para orang tua membatasi ruang gerak anak untuk tidak banyak bermain di luar rumah.
"Kita harus menjaga anak-anak agar tetap sehat. Selain sebagai pejabat publik saya juga seorang ibu, tentu juga mengalami kerisauan yang sama. Saya juga punya anak sedang sekolah, tak ingin juga anak saya sakit gara-gara kabut asap ini," sebutnya.
"Maka dari itu, saya juga imbau agar setelah PJJ, para orang tua untuk membatasi anak beraktivitas di luar rumah dikondisi udara tidak sehat ini," tegas Afni.
Sementara itu, dalam sehari, sebanyak 116 warga dari 14 kecamatan tercatat mengalami gangguan kesehatan dan mendapat penanganan di 17 puskesmas di Siak, Selasa (6/10/2026).
Kondisi kualitas udara juga menunjukkan situasi serius.
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), Kecamatan Bungaraya berada pada kategori berbahaya, sementara Kerinci Kanan masuk kategori sangat tidak sehat.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Siak, Wendi Lasta Febrian, mengatakan sebagian besar wilayah Siak berada dalam kondisi udara tidak sehat.
Sebanyak 12 kecamatan tercatat dalam kategori tidak sehat, yakni Kandis, Minas, Tualang, Sungai Mandau, Lubuk Dalam, Koto Gasib, Dayun, Siak, Pusako, Sungai Apit dan Sabak Auh.
"Mulai malam hari asap semakin pekat, dan itu terus terjadi sampai pagi," kata Wendi.
Data ISPU tersebut diolah dari laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan diperbarui pada pukul 08.00 WIB serta 15.00 WIB karena kondisi kualitas udara terus mengalami perubahan.
Dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat juga mulai terlihat dari laporan Puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Siak, dr Handri menyebut sebanyak 116 kasus tercatat pada Selasa (6/10) hingga siang hari.
Rinciannya, Puskesmas Siak mencatat 10 kasus, Perawang 6 kasus, Lubuk Dalam 2 kasus, Koto Gasib 14 kasus, Minas 17 kasus, Sabak Auh 4 kasus, dan Sungai Apit 8 kasus.
Kemudian Dayun 7 kasus, Bungaraya 5 kasus, Mempura 6 kasus, Sungai Mandau 8 kasus, Tualang 12 kasus, Pusako 4 kasus, Mengkapan 6 kasus dan Belutu 5 kasus.
Sementara Puskesmas Kandis dan Kerinci Kanan tidak mencatat kasus pada hari tersebut.
"Total 116 kasus," terang dr Handri.
Jumlah tersebut sebenarnya mengalami penurunan dibanding sehari sebelumnya. Pada Senin (5/10), tercatat 171 kasus gangguan kesehatan.
Berdasarkan kelompok usia, kasus paling banyak terjadi pada anak usia 0-5 tahun dengan 35 kasus.
Kemudian usia 6-9 tahun sebanyak 17 kasus, usia 10-18 tahun sebanyak 19 kasus, usia 19-59 tahun sebanyak 32 kasus dan lansia di atas 60 tahun sebanyak 13 kasus.
Melihat kondisi udara yang semakin buruk, Dinas Kesehatan Siak mengimbau masyarakat meningkatkan perlindungan diri, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Masyarakat diminta memperbanyak konsumsi air putih dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.
"Kami terus memantau kondisi kesehatan masyarakat di tengah kabut asap yang semakin tebal ini," kata Handri.
Ia juga meminta seluruh pihak ikut menjaga anak-anak agar tidak bermain di luar rumah selama kualitas udara masih buruk. Aktivitas anak, kata dia, sebaiknya dialihkan ke dalam rumah.
Sementara itu, aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah di Kabupaten Siak masih dilakukan dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas untuk seluruh jenjang.
Namun, pemerintah daerah menyiapkan opsi PJJ apabila kualitas udara terus memburuk.
Di tengah pekatnya asap, BPBD Siak menyatakan hingga saat ini tidak ditemukan karhutla di wilayahnya.
Kepala BPBD Siak Novendra Kasmara mengatakan, asap yang menyelimuti Siak diduga merupakan kiriman dari wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).
"Sampai hari ini, Siak nihil karhutla, asap ini kiriman dari Sumsel," katanya.
Novendra menambahkan, dalam beberapa hari ke depan pemerintah juga diagendakan melakukan penanaman kembali pada lahan yang sebelumnya terbakar.
Kondisi kabut asap yang semakin pekat kini menjadi perhatian serius karena bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga mulai meningkatkan kasus gangguan kesehatan, terutama pada kelompok anak-anak.
Kontributor : Alfat Handri
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Masih Bocah, Pelaku Begal Sadis Seret Warga Pekanbaru hingga 600 Meter Ditangkap
-
Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah di Siak Diminta Lakukan PJJ
-
Napi Narkoba Kabur Kembali Terjadi di Riau, Lapas Pasirpengaraian Jadi Sorotan
-
BRI Junio X MLBB Hadirkan Benefit Menarik Hingga Desember 2026 Lewat Kartu Debit Edisi Khusus
-
Udara Natuna Memburuk Imbas Asap Karhutla