Eko Faizin
Kamis, 17 September 2026 | 18:37 WIB
Ilustrasi garis polisi lokasi pembacokan tukang ojek. [Shutterstock]
Baca 10 detik
  • Remaja berinisial R (14) ditangkap Polres Bengkalis di rumahnya pada Rabu (16/9/2026) malam karena kasus penganiayaan.
  • Pelaku membacok tukang ojek di Desa Kembung Baru menggunakan parang karena sakit hati korban meminta tambahan ongkos perjalanan.
  • Korban yang mengalami luka parah di kepala berhasil selamat berkat pertolongan warga dan telah dilarikan ke rumah sakit.

SuaraRiau.id - Pelaku dugaan penganiayaan seorang tukang ojek di Jalan Rabut, Desa Kembung Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis akhirnya ditangkap.

Tersangka laki-laki berinisial R (14) diamankan Tim Opsnal Satreskrim Polres Bengkalis di rumahnya Jalan Utama Desa Kembung Luar pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.

Kasatreskrim AKP Yohn Mabel mengungkapkan motif R menganiaya dengan senjata tajam parang lantaran korban sakit hati diminta tambahan ongkos ojek.

Tangkapan layar video tukang ojek bersimbah darah di Bengkalis dievakuasi. [Ist]

"Sakit hati karena harga ojek yang disepakati awalnya Rp200 ribu kemudian korban meminta Rp250.000 sesuai dengan harga dengan ojek-ojek lainnya dalam pengantaran dari Pelabuhan Roro Air Putih Ke Desa Kembung Baru," jelas Kasatreskrim, Kamis (17/9/2026).

AKP Yohn menyampaikan peristiwa sadis bermula saat korban mengantarkan terduga pelaku dari Pelabuhan Roro Air Putih Bengkalis menuju Desa Kembung Baru.

Setelah tiba di sekitar jembatan Kembung, terduga pelaku meminta korban berbelok ke jalan kecil dan berhenti dengan alasan hendak masuk ke rumah.

"Saat korban menunggu dalam kondisi sekitar yang gelap, terduga pelaku kemudian mendekati korban sambil membawa sebilah parang," terang Yohn.

Pelaku yang masih di bawah umur tersebut kemudian melakukan pembacokan terhadap korban hingga mengalami luka pada bagian kepala.

"Yang bersangkutan (tersangka) melakukan hal tersebut agar korban cacat dan tidak dapat mengejar pelaku," ujar Yohn.

Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri meninggalkan korban yang sudah tak berdaya bersimbah darah.

Beruntung, korban masih sadar dan meminta pertolongan hingga akhirnya mendapat bantuan dari masyarakat.

Tukang ojek itu dibawa menggunakan ambulans Puskesmas Pambang untuk mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke RSUD Bengkalis.

Saat dilakukan pemeriksaan awal, pelaku R mengakui telah melakukan penganiayaan menggunakan sebilah parang yang diambil dari kapal pompong milik ayahnya.

"(Parang didapatkan) dari pompong orang tua pelaku," tutur Yohn.

Meski motif penganiayaan sudah diketahui, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan pihak-pihak terkait untuk mengetahui secara pasti alasan terjadinya tindak pidana tersebut.

Load More