- Remaja berinisial R (14) ditangkap Polres Bengkalis di rumahnya pada Rabu (16/9/2026) malam karena kasus penganiayaan.
- Pelaku membacok tukang ojek di Desa Kembung Baru menggunakan parang karena sakit hati korban meminta tambahan ongkos perjalanan.
- Korban yang mengalami luka parah di kepala berhasil selamat berkat pertolongan warga dan telah dilarikan ke rumah sakit.
SuaraRiau.id - Pelaku dugaan penganiayaan seorang tukang ojek di Jalan Rabut, Desa Kembung Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis akhirnya ditangkap.
Tersangka laki-laki berinisial R (14) diamankan Tim Opsnal Satreskrim Polres Bengkalis di rumahnya Jalan Utama Desa Kembung Luar pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.
Kasatreskrim AKP Yohn Mabel mengungkapkan motif R menganiaya dengan senjata tajam parang lantaran korban sakit hati diminta tambahan ongkos ojek.
"Sakit hati karena harga ojek yang disepakati awalnya Rp200 ribu kemudian korban meminta Rp250.000 sesuai dengan harga dengan ojek-ojek lainnya dalam pengantaran dari Pelabuhan Roro Air Putih Ke Desa Kembung Baru," jelas Kasatreskrim, Kamis (17/9/2026).
AKP Yohn menyampaikan peristiwa sadis bermula saat korban mengantarkan terduga pelaku dari Pelabuhan Roro Air Putih Bengkalis menuju Desa Kembung Baru.
Setelah tiba di sekitar jembatan Kembung, terduga pelaku meminta korban berbelok ke jalan kecil dan berhenti dengan alasan hendak masuk ke rumah.
"Saat korban menunggu dalam kondisi sekitar yang gelap, terduga pelaku kemudian mendekati korban sambil membawa sebilah parang," terang Yohn.
Pelaku yang masih di bawah umur tersebut kemudian melakukan pembacokan terhadap korban hingga mengalami luka pada bagian kepala.
"Yang bersangkutan (tersangka) melakukan hal tersebut agar korban cacat dan tidak dapat mengejar pelaku," ujar Yohn.
Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri meninggalkan korban yang sudah tak berdaya bersimbah darah.
Beruntung, korban masih sadar dan meminta pertolongan hingga akhirnya mendapat bantuan dari masyarakat.
Tukang ojek itu dibawa menggunakan ambulans Puskesmas Pambang untuk mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke RSUD Bengkalis.
Saat dilakukan pemeriksaan awal, pelaku R mengakui telah melakukan penganiayaan menggunakan sebilah parang yang diambil dari kapal pompong milik ayahnya.
"(Parang didapatkan) dari pompong orang tua pelaku," tutur Yohn.
Meski motif penganiayaan sudah diketahui, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan pihak-pihak terkait untuk mengetahui secara pasti alasan terjadinya tindak pidana tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Jaga Tubuh Makin Bugar, BRI Kartu Kredit Beri Diskon 25% untuk Minuman Boost
-
Dua Pekan, Penderita ISPA di Riau Tembus Belasan Ribu Dampak Kabut Asap
-
Kabupaten-Kota di Riau Diminta Sesuaikan Pembelajaran Imbas Kabut Asap
-
Remaja 14 Tahun di Bengkalis Bacok Tukang Ojek Gegara Ongkos
-
Sejumlah Taman Kota di Pekanbaru Ditutup Imbas Kabut Asap Karhutla