- Kebakaran hutan di Riau menyebabkan sekolah dari PAUD hingga SMA menerapkan pembelajaran jarak jauh akibat kabut asap.
- Kepala Dinas Pendidikan Riau Erisman Yahya meminta kabupaten/kota menyesuaikan metode belajar tingkat SMA berdasarkan kualitas udara setempat.
- PJJ tingkat SMA di Pekanbaru berlangsung tiga hari dari Rabu hingga Jumat sebelum kembali mengevaluasi sekolah tatap muka.
SuaraRiau.id - Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu aktivitas belajar dan mengajar di sekolah wilayah Riau.
Imbas kualitas udara yang buruk, beberapa daerah bahkan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari jenjang PAUD hingga SMP dan kini tingkat SMA khusus Pekanbaru.
Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya meminta kabupaten/kota untuk dapat menyesuaikan metode pembelajaran bagi siswa SMA atau SMK.
"Penyesuaian yang mengikuti kebijakan kabupaten/kota ini diambil dikarenakan kondisi daerah tidak selalu sama di seluruh wilayah Provinsi Riau. Sehingga kebijakan harus disesuaikan dengan kondisi kualitas udara pada lokasi daerah masing-masing," katanya, Kamis (17/9/2026).
Erisman menyampaikan kabupaten/kota bisa mengambil kebijakan dengan mempertimbangkan Surat Edaran Gubernur Riau, nomor: 100.3.4/17/SETDA/2026 tanggal 24 Agustus 2026.
Dalam SE itu kebijakan SMA/SMK/Sekolah Luar Biasa bisa melakukan PJJ disesuaikan dengan kebijakan yang diberikan oleh kepala daerah kabupaten/kota.
Kabupaten/kota lanjutnya juga bisa mempelajari data yang diberikan oleh lembaga seperti BMKG mengenai keadaan kondisi kualitas udara.
Erisman menyebutkan sistem PJJ di Pekanbaru sudah dimulai sejak Rabu (16/9/2026) kemarin hingga Jumat (18/9/2026).
Menurutnya kegiatan belajar tatap muka dipertimbangkan akan kembali dilakukan pada Senin pekan depan.
"Berlaku 3 hari, Rabu sampai Jumat. Jadi anak-anak SMA sederajat di Pekanbaru akan kembali sekolah tatap muka pada Senin mendatang, dengan tetap melihat perkembangan kualitas udara," ujarnya.
Erisman menambahkan bagi satuan pendidikan SMA, SMK dan SLB Negeri dan Swasta di Riau yang tetap melaksanakan metode pembelajaran tatap muka agar mengimbau Peserta Didik untuk menggunakan Alat Pelindung Pernapasan seperti masker dan alat lainnya.
Pihaknya juga mengimbau agar menjaga kondisi kesehatan dan daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, memenuhi kebutuhan istirahat dan mengkonsumsi air minum yang cukup.
"Apabila terdapat keperluan mendesak yang mengharuskan melakukan aktivitas luar ruangan agar dapat dilengkapi dengan Alat pelindung pernapasan seperti masker dan alat lainnya," tegas Erisman. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
- Ayahnya Dicopot dari Menkeu, Anak Purbaya Singgung Bawahan Korup: Pensiun Aja dari Politik
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Jaga Tubuh Makin Bugar, BRI Kartu Kredit Beri Diskon 25% untuk Minuman Boost
-
Dua Pekan, Penderita ISPA di Riau Tembus Belasan Ribu Dampak Kabut Asap
-
Kabupaten-Kota di Riau Diminta Sesuaikan Pembelajaran Imbas Kabut Asap
-
Remaja 14 Tahun di Bengkalis Bacok Tukang Ojek Gegara Ongkos
-
Sejumlah Taman Kota di Pekanbaru Ditutup Imbas Kabut Asap Karhutla