- Pemkot Pekanbaru menerapkan pembelajaran jarak jauh untuk PAUD hingga SMP pada 16–19 September 2026.
- Kebijakan daring ini diambil karena kualitas udara memburuk akibat kabut asap karhutla dengan ISPU mencapai 220.
- Langkah tersebut bertujuan melindungi kesehatan peserta didik dari gangguan pernapasan serta potensi polusi udara pekat.
SuaraRiau.id - Pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring kembali diterapkan bagi peserta didik PAUD hingga SMP sederajat di Pekanbaru hingga empat hari ke depan yakni 16-19 September 2026.
Kebijakan tersebut diambil Pemkot Pekanbaru menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Riau dan sekitarnya.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru, Abdul Jamal mengatakan langkah ini didasarkan pada Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Pekanbaru yang menembus angka 220 pada hari itu.
"Mempertimbangkan prediksi BMKG curah hujan yang belum turun sampai hari Jumat, maka mulai besok melaksanakan pembelajaran jarak jauh," katanya, Selasa (15/9/2026).
Penerapan sistem sekolah daring tersebut bertujuan utama untuk melindungi kesehatan para peserta didik dari paparan polusi udara pekat.
Dinas Pendidikan Pekanbaru memprioritaskan keselamatan fisik siswa agar terhindar dari potensi gangguan pernapasan akibat asap.
Jamal menegaskan, pihaknya akan terus memantau perkembangan kualitas udara bersama instansi teknis secara berkala. Jika ISPU tidak kunjung membaik, masa pelaksanaan PJJ berpeluang diperpanjang.
Kota Pekanbaru sebelumnya juga telah melakukan penyesuaian waktu belajar mengajar di seluruh satuan pendidikan sejak Senin (14/9/2026).
Pada kebijakan awal tersebut, seluruh siswa negeri maupun swasta dipulangkan lebih awal pada pukul 12.00 WIB.
"Kebijakan belajar daring ini berlaku mengikat untuk seluruh jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP sederajat di bawah naungan Pemkot Pekanbaru. Seluruh pihak sekolah dan tenaga pendidik diminta mengoptimalkan media pembelajaran elektronik selama masa PJJ berlangsung," ujarnya.
Masyarakat dan para orang tua juga diimbau agar membatasi aktivitas anak-anak di luar ruangan selama kabut asap masih menyelimuti kota.
Kerja sama orang tua sangat dibutuhkan untuk memantau kedisiplinan siswa belajar dari rumah masing-masing. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka
-
Diduga Main HP saat Nyetir, Ketua PP Siak Diperiksa usai Kecelakaan Maut di Perawang
-
Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja
-
Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat
-
65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare