- Dinas Pendidikan Pekanbaru memperpanjang sistem pembelajaran jarak jauh hingga 9 September 2026 akibat kabut asap karhutla.
- Kebijakan daring diterapkan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan siswa dari kualitas udara yang tidak sehat.
- Dinas Kesehatan Riau mencatat 10.783 kasus ISPA akibat kabut asap yang menyerang warga, termasuk ribuan balita serta anak-anak.
SuaraRiau.id - Sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar dari rumah bagi siswa PAUD/TK, SD, hingga SMP di Pekanbaru kembali diperpanjang hingga Rabu (9/9/2026).
Kebijakan tersebut diambil akibat kualitas udara Pekanbaru yang berada pada kategori Tidak Sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Plt Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan pembelajaran daring dilakukan sebagai perlindungan kesehatan serta keselamatan para peserta didik.
"Jika kondisi udara membaik pada Kamis 10 September 2026, siswa dapat kembali mengikuti pembelajaran tatap muka. Namun, siswa diwajibkan menggunakan masker saat berangkat ke sekolah maupun ketika melakukan aktivitas di luar ruangan," katanya.
Keputusan penetapan sistem belajar daring tersebut tertuang dalam Surat Edaran Disdik Kota Pekanbaru Nomor B.400.3.1/Disdik/30/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran di Kota Pekanbaru.
Jamal menuturkan, penerapan PJJ selama satu hari ini merujuk pada Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap.
Kebijakan ini memperpanjang masa belajar jarak jauh yang sebelumnya telah diberlakukan pada 7 dan 8 September 2026.
Jamal meminta seluruh madrasah dan satuan pendidikan di bawah kementerian lain untuk menyesuaikan kegiatan belajar mengajar sesuai kondisi cuaca.
"Kebijakan ini diterapkan sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik di tengah kondisi kualitas udara Pekanbaru yang masih terdampak asap Karhutla," ujarnya.
Jamal menegaskan bahwa penyesuaian skema belajar ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kondisi fisik para siswa.
Pihak sekolah diminta tetap mengontrol efektivitas pemberian materi pembelajaran selama masa PJJ berlangsung.
Dinas Pendidikan akan terus memantau indikator indeks standar pencemar udara bersama instansi terkait sebelum memutuskan pengembalian aktivitas belajar tatap muka.
Masyarakat dan orang tua murid diimbau untuk memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah selama jam pembelajaran daring.
Kasus ISPA di Riau naik drastis
Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Riau mengalami peningkatan selama kurun waktu Agustus dan September 2026.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem Pembiayaan Keluarga Prasejahtera
-
Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru
-
Pekanbaru Berawan Tebal, Padang Diprediksi Hujan Ringan
-
Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis