Eko Faizin
Selasa, 08 September 2026 | 15:57 WIB
Kabut asap terlihat di kawasan flyover simpang SKA Pekanbaru, Sabtu (22/8/2026) pagi. [Suara.com/Eko Faizin]
Baca 10 detik
  • Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mencatat 10.783 kasus ISPA akibat kabut asap karhutla pada Agustus hingga September 2026.
  • Kelompok yang paling terdampak oleh lonjakan penyakit tersebut adalah anak-anak dan balita usia nol hingga sembilan tahun.
  • Pemerintah daerah menyiagakan fasilitas kesehatan, membagikan masker gratis, serta mendirikan tenda posko darurat untuk menangani pasien.

SuaraRiau.id - Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Riau mengalami peningkatan selama kurun waktu bulan Agustus dan September 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan pihakya mencatat sebanyak 10.783 kasus ISPA selama dua bulan tersebut.

"Total penderita ISPA di Riau selama periode Agustus hingga awal September tercatat sebanyak 10.783 kasus," katanya.

Zulkifli mengungkapkan bahwa peningkatan kasus penderita ISPA di Riau terjadi diduga akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejak beberapa waktu belakangan.

Dia menyampaikan, kondisi tersebut makin mengkhawatirkan lantaran ribuan anak-anak dan balita menjadi kelompok paling terdampak.

Dari total keseluruhan penderita, korban teridentifikasi terdiri dari 5.321 pasien laki-laki dan 5.462 pasien perempuan.

Dari data menunjukkan sebanyak 1.937 balita usia 0-5 tahun terdeteksi terserang ISPA, dengan rincian 1.162 anak laki-laki dan 775 anak perempuan.

Tak hanya balita, kelompok anak usia sekolah 5-9 tahun yang terjangkit ISPA juga mencapai 1.844 jiwa, terdiri dari 989 anak laki-laki dan 855 anak perempuan.

Meski terjadi lonjakan signifikan, Zulkifli mengklaim fasilitas kesehatan di daerah terdampak masih sanggup menampung dan melayani para pasien secara maksimal.

Guna menekan dampak buruk ledakan ISPA, pihaknya mengklaim terus menggalakkan pembagian masker gratis dan kampanye edukasi kesehatan ke masyarakat.

"Pemerintah daerah juga menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil serta balita terdampak, sembari menyiagakan oksigen konsentrator di Puskesmas.

Selain itu pemerintah setempat juga menyiagakan tim Medis Darurat (Emergency Medical Team) di setiap Puskesmas telah diaktifkan penuh untuk mengantisipasi lonjakan pasien secara mendadak.

Khusus di tingkat provinsi, Dinas Kesehatan Riau mendirikan tenda posko darurat yang dilengkapi rumah oksigen dan tempat tidur medis untuk penanganan kritis.

Langkah darurat ini juga melibatkan akademisi perguruan tinggi serta organisasi profesi kesehatan untuk mendistribusikan masker kepada para pengguna jalan.

Kemudian juga, pihaknya mengimbau untuk meningkatkan deteksi dini dengan mendorong masyarakat yang mengalami gejala untuk segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Load More