Eko Faizin
Jum'at, 04 September 2026 | 16:43 WIB
Nasabah PNM Mekaar Ubah Modal Rp2 Juta Jadi Usaha Beromzet 10 Kali Lipat. [Dok PNM]
Baca 10 detik
  • Sejak 2018, pengusaha Dermiyanti memanfaatkan modal dan pendampingan PT PNM Mekaar di Jambi.
  • Dermiyanti mengembangkan usaha kue hingga beromset belasan juta rupiah dan mempekerjakan lima belas karyawan.
  • Rumah produksi tersebut kini mampu menghasilkan ribuan bolu setiap harinya untuk pasar daerah.

"Saya juga ngga nyangka dari awal moda dua juta sekarang bisa punya 15 karyawan, yang juga menjadi nasabah Mekaar," tambahnya.

Direktur Utama PT PNM, Kindaris menyampaikan bahwa kisah Dermiyanti mengajarkan kepercayaan dan ketekunan yang menjadi manfaat bagi warga sekitar.

"Kami tidak pernah sekadar menyalurkan modal, kami menitipkan harapan. Kisah Ibu Dermiyanti mengajarkan kami bahwa dua juta rupiah, bila dirawat dengan kepercayaan dan ketekunan, bisa tumbuh menjadi rezeki bagi belasan keluarga di sekitarnya," katanya.

Skala produksi itu kini tercermin dari angka-angka yang dihasilkan setiap harinya, bukti sunyi dari kerja keras yang tak pernah berhenti.

Rumah produksi Dermiyanti mampu menghasilkan hingga 3.000 bolu, mencakup varian brownies, sarang semut, Roti Mandau Durian, Mandau Coklat, dan rainbow cake, yang didistribusikan ke sejumlah pasar daerah meliputi Bangko, Sarolangun, hingga Tebo dengan harga jual Rp15.000 per bolu.

Dari perputaran bisnis ini, Dermiyanti mencetak omset harian yang mencapai 15 hingga 20 juta rupiah, capaian yang jauh melampaui modal awalnya delapan tahun silam.

Namun bagi Dermiyanti sendiri, semua pencapaian itu bukan tentang angka semata, melainkan tentang keberanian yang dijaga tanpa henti.

"Dari modal awal dua juta, saya belajar bahwa keberanian untuk terus mencoba adalah kuncinya. Ilmu dan resep dari Bogor saya bawa pulang, saya coba terus sampai berhasil walau yang lain pernah gagal. Jangan pernah takut capek dan lembur, karena dari kerja keras inilah kita bisa membuka pintu rezeki untuk keluarga dan belasan orang di sekitar kita," tutur Dermiyanti.

Delapan tahun bukan waktu yang singkat untuk merawat sebuah kepercayaan, namun dari sanalah cerita ini tumbuh, dari secarik modal yang dijaga dengan tekun, menjadi rumah produksi yang menghidupi belasan keluarga dan menautkan sesama perempuan dalam satu ekosistem usaha.

Ada semacam kesetiaan yang diam-diam mengubah bentuknya menjadi keberkahan, mengalir dari Muaro Bungo hingga ke pasar-pasar di Bangko, Sarolangun, dan Tebo.

Dan dari kisah Dermiyanti, kita belajar bahwa kepercayaan yang dirawat dengan sungguh-sungguh antara perusahaan dan nasabahnya, sekecil apa pun awalnya, pada akhirnya akan berbuah menjadi sesuatu yang jauh lebih besar dari yang pernah dibayangkan.

"Kesetiaan seorang nasabah adalah cermin dari kepercayaan yang kami jaga bersama. Pada akhirnya, keberhasilan mereka adalah bukti paling jujur bahwa pendampingan kami telah sampai ke tempat yang tepat," ujar Kindaris.

Ucapan itu terasa menemukan maknanya di Hari Pelanggan Nasional yang diperingati setiap 4 September, hari untuk menoleh pada mereka yang menjaga sebuah usaha tetap hidup.

Bagi PT PNM (Persero), momentum ini adalah pengingat bahwa setiap pembiayaan yang disalurkan bukan sekadar transaksi yang selesai begitu cair, melainkan awal dari sebuah perjalanan yang harus ditemani.

Pada Dermiyanti, komitmen itu berbuah sederhana namun berarti, usaha kecil yang tak pernah dibiarkan sendiri, hingga tumbuh menjadi penghidupan bagi banyak orang di sekitarnya.

Load More