- Sulastri, perajin bambu asal Dlingo, Bantul, menjadi nasabah PNM Mekaar sejak tahun 2021 untuk mengembangkan usahanya.
- PNM memberikan bantuan perbaikan fasilitas pendidikan di sekolah anak Sulastri, yaitu SMP Taman Dewasa 2 Dlingo, Bantul.
- Bantuan tersebut bertujuan mendukung pendidikan anak nasabah agar memiliki lingkungan belajar yang layak dan masa depan lebih baik.
SuaraRiau.id - Setiap pagi, Sulastri melepas anaknya berangkat sekolah dari rumah sederhana mereka di kawasan Dlingo, Bantul, Yogyakarta.
Sebagai seorang perajin bambu sekaligus ibu, ada banyak hal yang harus dipikirkan Sulastri setiap hari.
Mulai dari bagaimana menjaga usaha tetap berjalan hingga memastikan kebutuhan keluarga dan pendidikan anaknya tetap terpenuhi.
Sejak 2021, Sulastri bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar. Awalnya, akses pembiayaan dan pendampingan PNM membantunya mengembangkan usaha yang menjadi salah satu tumpuan ekonomi keluarga.
Namun, perjalanan bersama PNM ternyata membawa perhatian lebih jauh dari sekadar urusan modal usaha.
Ada satu hal yang juga menjadi perhatian Sulastri sebagai seorang ibu yaitu pendidikan anaknya.
Anak Sulastri bersekolah di SMP Taman Dewasa 2 Dlingo, Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.
Sekolah tersebut menjadi pilihan yang paling memungkinkan untuk dijangkau dari tempat tinggalnya. Di sanalah setiap hari sang anak belajar, bertemu teman-temannya, dan perlahan menyiapkan langkah menuju masa depan.
Namun, perjalanan menuju masa depan itu tidak selalu berlangsung dalam ruang belajar dengan fasilitas yang ideal.
Kondisi sekolah yang membutuhkan sejumlah perbaikan menjadi perhatian tersendiri. Bagi keluarga seperti Sulastri, persoalan fasilitas pendidikan mungkin terasa jauh lebih besar karena kemampuan untuk membantu secara mandiri juga terbatas.
Di titik inilah PNM melihat bahwa mendampingi keluarga prasejahtera tidak cukup hanya dengan membantu mereka menjalankan usaha.
Ketika seorang ibu berjuang menghidupkan ekonomi keluarga, harapan yang ia bangun sebenarnya tidak berhenti pada hari ini. Ada masa depan anak yang ingin ia pastikan tetap memiliki kesempatan.
Karena itu, PNM turut memberikan bantuan pendidikan tempat anak Sulastri sekolah.
Bantuan tersebut bukan berupa pembangunan gedung baru, melainkan perbaikan yang dibutuhkan agar lingkungan sekolah menjadi lebih layak bagi anak-anak untuk belajar dan bertumbuh.
Bantuan sederhana ini menjadi penting karena pendidikan sering kali tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar fasilitas yang dimiliki sebuah sekolah, tetapi juga oleh seberapa banyak orang yang bersedia peduli terhadap keberlangsungannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Lebih dari Modal Usaha, PNM Bantu Mimpi Anak Nasabah Lewat Bantuan Pendidikan
-
Siswa di Kuansing Belajar dari Rumah Dampak Parahnya Kabut Asap Karhutla
-
Kualitas Udara Buruk, Pekanbaru Resmi Berstatus Tanggap Darurat Bencana Karhutla
-
Perkuat Koperasi, Gerakkan Ekonomi Rakyat, Dirut BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka
-
Kabut Asap: Kasus ISPA Riau Tembus 1.960, Pekanbaru dan Pelalawan Tertinggi