Eko Faizin
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:57 WIB
Sulastri yang merupakan nasabah PNM Mekaar mendapatkan bantuan pendidikan untuk anaknya. [Dok PNM]
Baca 10 detik
  • Sulastri, perajin bambu asal Dlingo, Bantul, menjadi nasabah PNM Mekaar sejak tahun 2021 untuk mengembangkan usahanya.
  • PNM memberikan bantuan perbaikan fasilitas pendidikan di sekolah anak Sulastri, yaitu SMP Taman Dewasa 2 Dlingo, Bantul.
  • Bantuan tersebut bertujuan mendukung pendidikan anak nasabah agar memiliki lingkungan belajar yang layak dan masa depan lebih baik.

SuaraRiau.id - Setiap pagi, Sulastri melepas anaknya berangkat sekolah dari rumah sederhana mereka di kawasan Dlingo, Bantul, Yogyakarta.

Sebagai seorang perajin bambu sekaligus ibu, ada banyak hal yang harus dipikirkan Sulastri setiap hari.

Mulai dari bagaimana menjaga usaha tetap berjalan hingga memastikan kebutuhan keluarga dan pendidikan anaknya tetap terpenuhi.

Sejak 2021, Sulastri bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar. Awalnya, akses pembiayaan dan pendampingan PNM membantunya mengembangkan usaha yang menjadi salah satu tumpuan ekonomi keluarga.

Namun, perjalanan bersama PNM ternyata membawa perhatian lebih jauh dari sekadar urusan modal usaha.

Ada satu hal yang juga menjadi perhatian Sulastri sebagai seorang ibu yaitu pendidikan anaknya.

Anak Sulastri bersekolah di SMP Taman Dewasa 2 Dlingo, Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

Sekolah tersebut menjadi pilihan yang paling memungkinkan untuk dijangkau dari tempat tinggalnya. Di sanalah setiap hari sang anak belajar, bertemu teman-temannya, dan perlahan menyiapkan langkah menuju masa depan.

Namun, perjalanan menuju masa depan itu tidak selalu berlangsung dalam ruang belajar dengan fasilitas yang ideal.

Kondisi sekolah yang membutuhkan sejumlah perbaikan menjadi perhatian tersendiri. Bagi keluarga seperti Sulastri, persoalan fasilitas pendidikan mungkin terasa jauh lebih besar karena kemampuan untuk membantu secara mandiri juga terbatas.

Di titik inilah PNM melihat bahwa mendampingi keluarga prasejahtera tidak cukup hanya dengan membantu mereka menjalankan usaha.

Ketika seorang ibu berjuang menghidupkan ekonomi keluarga, harapan yang ia bangun sebenarnya tidak berhenti pada hari ini. Ada masa depan anak yang ingin ia pastikan tetap memiliki kesempatan.

Karena itu, PNM turut memberikan bantuan pendidikan tempat anak Sulastri sekolah.

Bantuan tersebut bukan berupa pembangunan gedung baru, melainkan perbaikan yang dibutuhkan agar lingkungan sekolah menjadi lebih layak bagi anak-anak untuk belajar dan bertumbuh.

Bantuan sederhana ini menjadi penting karena pendidikan sering kali tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar fasilitas yang dimiliki sebuah sekolah, tetapi juga oleh seberapa banyak orang yang bersedia peduli terhadap keberlangsungannya.

Load More