- Ratusan murid TK dan SD Yayasan Asiatic Persada di Batanghari mengadu kepada Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 24 Agustus 2026.
- Ancaman penggusuran sekolah akibat putusan Mahkamah Agung membuat masa depan pendidikan 400 murid tersebut menjadi tidak jelas.
- Murid bersama pihak sekolah memohon perlindungan hukum kepada pemerintah agar proses eksekusi tidak mengorbankan hak pendidikan mereka.
SuaraRiau.id - Ratusan murid TK dan SD Yayasan Asiatic Persada di PT Berkat Sawit Utama, Sei Temidai, Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi, mengadu ke Presiden Prabowo Subianto.
Mereka tampak duduk rapi berbaris di atas lapangan olahraga sekolah usai Upacara pagi setiap pekannya, Senin (24/8/2026).
Masih mengenakan topi merah putih, siswa-siswi tersebut mendengarkan secara seksama kata demi kata dari Kepala Sekolah, Wadi mengenai nasib sekolah mereka.
Tak hanya nasib sekolah belum jelas, masa depan pendidikan mereka juga dipertaruhkan usai keluarnya putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 5287 K/Pdt/2025, tanggal 30 Desember 2025.
Tempat anak-anak bersekolah menjadi lahan yang masuk dalam gugatan dan terancam akan digusur dalam waktu dekat.
Selain nasib ratusan murid TK dan SD, ribuan warga bergantung hidup mereka terhadap PT Berkat Sawit Utama (BSU) juga semakin tak jelas seperti apa ke depannya.
"Kami tak tahu sekolah tempat kami menuntut ilmu, mengajarkan kami lebih pintar ini akan dieksekusi. Kawan-kawan semua pas tahu akan dieksekusi ikut sedih, tidak tahu harus bersekolah di mana lagi," cerita murid kelas 6 SD Asiatic Persada I, Rafi.
SD Asiatic Persada merupakan sekolah yang dikelola oleh Yayasan Sekolah Asiatic Persada, sesuai dengan nama perusahaan ketika itu, PT Asiatic Persada.
Kini, nama perusahaan tersebut telah berubah jadi PT Berkat Sawit Utama (BSU).
Rafi berharap, tempat mereka menuntut ilmu tidak dieksekusi oleh Pengadilan.
Mereka hanya menginginkan bersekolah seperti hari-hari sebelumnya sama dengan murid-murid SD lainnya di seluruh Indonesia.
"Sekolah kami jangan dieksekusi, kami ingin bersekolah di sini lagi, Bu," katanya.
Permintaan serupa juga disampaikan oleh murid kelas 6 SD Asiatic Persada, Nurul Aini Zamilah.
Ia menyampaikan Surat Terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, mengenai sekolah dan masa depan pendidikan mereka alami.
Melalui surat terbuka ditujukan kepada Presiden Prabowo, Nurul Aini Zamilah menyampaikan jeritan hati dan kecemasan mendalam atas masa depan pendidikan mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Bupati Afni Zulkifli Resmi Menjadi Ketua Partai Nasdem Siak
-
Kebakaran Landa Kebun Kelapa di Indragiri Hilir, Diduga Akibat Gambut Mengering
-
Kualitas Udara Pekanbaru Masih Buruk, Siswa Pulang Lebih Awal
-
Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem Pembiayaan Keluarga Prasejahtera