- Ratusan murid TK dan SD Yayasan Asiatic Persada di Batanghari mengadu kepada Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 24 Agustus 2026.
- Ancaman penggusuran sekolah akibat putusan Mahkamah Agung membuat masa depan pendidikan 400 murid tersebut menjadi tidak jelas.
- Murid bersama pihak sekolah memohon perlindungan hukum kepada pemerintah agar proses eksekusi tidak mengorbankan hak pendidikan mereka.
Saat ini lokasi sekolah tempat menimba ilmu berada di atas lahan yang terancam dieksekusi secara mendadak akibat bersengketa.
"Dari guru-guru dan cerita para orang tua kami, hingga kini masa depan Pendidikan dan sekolah tempat kami menuntut ilmu sama sekali tak ada dibahas. Tidak ada solusi mau kemana kami belajar, mau kemana kami dipindahkan, mau kemana kami bersekolah usai ini dieksekusi. Kami berhak atas pendidikan diatur dalam UUD 1945," ungkap Nurul saat membacakan surat terbukanya.
Ia mengatakan, selain itu hingga kini sama sekali tak ada kejelasan siapa akan mengajarkan mereka, siapa akan menanggung biaya pendidikan, dan bagaimana keberlanjutan izin serta operasional sekolah mereka jika perusahaan dipaksa keluar.
"Bapak Presiden dan Bapak Menteri kami hormati, pendidikan adalah hak konstitusional anak bangsa dijamin Undang-Undang Dasar 1945. Kami tidak tahu-menahu mengenai sengketa hukum. Jangan jadikan 400 kami, anak-anak polos ini sebagai korban dari proses eksekusi yang dipaksakan," pintanya.
Nurul menyampaikan, dari halaman sekolah yang berada di tengah perkebunan Batanghari, ia bersama teman-temannya memohon dengan sangat kepada Presiden Prabowo dan Menteri Pendidikan untuk turun tangan memberikan perlindungan hukum atas keberlangsungan pendidikan 400 anak.
"Jangan padamkan pelita harapan dan masa depan anak-anak kami," tegasnya.
Adapun isi surat terbuka murid-murid SD Asiatic Persada kepada Presiden Prabowo sebagai berikut:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Surat Terbuka untuk Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pendidikan.
Kepada yang terhormat,
Bapak Presiden Republik Indonesia,
Bapak Menteri Pendidikan,
di
Tempat.
Dengan hormat,
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Diguyur Hujan Deras: Kabut Asap di Pekanbaru Mereda, Rumbai Banjir
-
Tiga Pemancing Remaja Terseret Arus di Pantai Bengkalis, 2 Ditemukan Meninggal
-
Kabut Asap Karhutla Kian Mengkhawatirkan, Riau Buka Rumah Oksigen Gratis
-
Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal
-
Kabut Asap Pekat, RTH dan Taman Kota di Pekanbaru Kembali Ditutup