Eko Faizin
Senin, 24 Agustus 2026 | 09:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto. [BPMI Sekretariat Presiden]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kampar pada Senin.
  • Pemerintah Kota Pekanbaru dan Kabupaten Pelalawan meliburkan sekolah karena kabut asap tekat menurunkan jarak pandang.
  • Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan juga mengganggu aktivitas serta kesehatan pernapasan masyarakat setempat.

SuaraRiau.id - Kabar kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke Provinsi Riau untuk memantau langsung kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akhirnya terkonfirmasi, Senin (24/8/2026).

Informasi yang berhasil dikonfirmasi menyebutkan bahwa Prabowo Subianto akan meninjau langsung kondisi karhutla di Kabupaten Kampar.

Kapendam XIX Tuanku Tambusai, Kolonel M Faizal Rangkuti mengiyakan kedatangan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

"Iya betul," ujar Faizal saat dikonfirmasi.

Kapendam mengatakan, Presiden Prabowo dijadwalkan meninjau lokasi karhutla di wilayah Kabupaten Kampar. Namun, waktu kedatangannya masih bersifat tentatif.

"Bapak Presiden rencananya meninjau karhutla di Kampar," terang Faizal.

Terkait jadwal kedatangan, Faizal menyebut Presiden diperkirakan tiba antara pukul 10.00 WIB hingga 11.00 WIB.

"Masih tentatif, antara pukul 10.00 WIB atau pukul 11.00 WIB," sebut dia.

Terpisah, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Akmadi mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih menjalin komunikasi terkait kedatangan Presiden Prabowo tersebut.

"Kita juga masih monitor," ungkapnya singkat.

Kunjungan Presiden Prabowo berlangsung di tengah kondisi karhutla Riau yang kembali mengkhawatirkan.

Sekolah Diliburkan

Pemkot Pekanbaru dan Pemkab Pelalawan memutuskan meliburkan sekolah dari tingkat TK, SD hingga SMP menyusul kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai Senin (24/8/2026).

Diketahui, kabut asap pekat menyelimuti Kota Pekanbaru dan sejumlah wilayah sekitarnya pada Senin pagi.

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat dan anak sekolah, tetapi juga membuat jarak pandang di sejumlah ruas jalan menjadi terbatas.

Load More