- Aktivitas penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru pada Senin, 24 Agustus 2026, tetap normal meski terdampak kabut asap karhutla.
- General Manager Bandara menyatakan jarak pandang di lokasi mencapai 2.200 hingga 2.700 meter atau aman dari batas minimum.
- Kepala BPBD Riau melaporkan peningkatan titik api akibat El Nino kepada Presiden Prabowo saat berkunjung ke Pekanbaru.
SuaraRiau.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru pada Senin (24/8/2026).
Kondisi penerbangan di Bandara Pekanbaru masih berlangsung normal kendati udara masih terpengaruh asap.
General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad menyampaikan jarak pandang di area bandara masih mendukung aktivitas penerbangan.
"Alhamdulillah, penerbangan sampai pagi ini masih berjalan dengan normal, jarak pandang masih aman," katanya, Senin (24/8/2026).
Achmad menyatakan hasil pemantauan pagi menunjukkan jarak pandang berada antara 2.200 hingga 2.700 meter. Kebutuhan jarak pandang dalam operasional penerbangan dapat berbeda.
"Secara umum, batas minimumnya berkisar 800 meter sampai 1.000 meter atau 1 kilometer. Ketentuan tersebut menyesuaikan dengan tipe pesawat, kesiapan maskapai, dan kategori instrumen navigasi yang digunakan," ujarnya.
Kondisi jarak pandang yang masih berada jauh di atas batas minimum membuat aktivitas penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru sejauh ini tidak mengalami gangguan.
Namun, pihak bandara tetap melakukan pemantauan karena kondisi jarak pandang dapat berubah sewaktu-waktu.
Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah arah angin yang menentukan pergerakan asap di sekitar kawasan bandara.
"Jarak pandang masih kita pantau karena sangat tergantung arah angin," ujarnya.
Achmad berharap kondisi tersebut tetap terjaga sehingga seluruh penerbangan dapat berjalan dengan lancar sekaligus mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Titik Api saat Kunjungan Prabowo ke Riau
Sementara Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal melaporkan langsung kondisi karhutla Riau kepada Presiden saat Presiden Prabowo di Pekanbaru.
Dalam rapat bersama Kepala Negara, Edy menyampaikan bahwa untuk kondisi karhutla di Riau, memang terjadi peningkatan tahun 2026 dibandingkan 2025 lalu.
Edy mengungkapkan, terjadinya peningkatan hotspot di Riau tahun 2026 ini dipicu oleh fenomena Elnino yang sangat kuat yang sedang melanda Riau.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Kabut Asap Pekat, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Jarak Jauh
-
Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo
-
Sekolah di Pelalawan Pulangkan Siswa Akibat Kabut Asap Memburuk
-
Kualitas Udara di Siak Sangat Tidak Sehat, Sekolah Masih Diliburkan
-
Kabut Asap, Citilink Berputar-putar Sebelum Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru