Eko Faizin
Selasa, 15 September 2026 | 15:55 WIB
Ilustrasi - Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL) Siak. [Suara.com/Alfat Handri]
Baca 10 detik
  • Kabupaten Siak dilanda kabut asap karhutla pada 15 September 2026 yang membuat kualitas udara sangat tidak sehat.
  • Arah angin dari selatan ke utara membawa asap dari wilayah lain menuju Kabupaten Siak menurut Manggala Agni.
  • Dinas Kominfo Siak meliburkan kegiatan belajar PAUD dan TK sebagai langkah perlindungan dari paparan asap.

SuaraRiau.id - Kualitas udara Kabupaten Siak berada pada level Sangat Tidak Sehat menyusul kabut asap yang kembali menyelimuti wilayah tersebut akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Sumatera VI Siak, Ihsan Abdillah, mengatakan kondisi atmosfer saat ini menunjukkan arah angin bergerak dari selatan menuju utara.

"Juni hingga Desember arah angin bergerak dari selatan ke utara. Otomatis kebakaran dari daerah selatan asapnya ke Kabupaten Siak dan ini bisa kita lihat melalui ASMC (Asean Specialised Meteorological Centre)," katanya, Selasa (15/9/2026).

Pada saat yang sama, aktivitas karhutla serta titik panas di wilayah selatan Pulau Sumatera masih cukup tinggi. Meski tak ada kebakaran besar, jarak pandang di Siak saat ini cukup terbatas akibat kabut asap.

Ihsan mengungkapkan bahwa kondisi tersebut juga dapat dilihat di sejumlah kabupaten/kota di bagian paling selatan Riau.

"Tentu secara meteorologis sangat mungkin asap berasal dari wilayah yang lebih selatan terbawa angin menuju utara. Jadi, di mana asap berada tidak selalu menunjukkan di mana sumber kebakarannya berada," jelasnya.

Ihsan menjelaskan, penentuan sumber asap tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan keberadaan kabut asap di suatu wilayah.

Secara ilmiah, analisis harus dilakukan dengan melihat hotspot, luas kebakaran, citra satelit, arah angin, serta dinamika atmosfer secara bersamaan.

Dia menuturkan kualitas udara di sejumlah wilayah juga masih fluktuatif. Karena itu, kondisi lokasi kebakaran yang sudah relatif aman tidak serta-merta membuat kualitas udara langsung kembali normal.

"Karhutla merupakan persoalan lintas wilayah. Asap karhutla bergerak mengikuti dinamika atmosfer," ujarnya.

Diketahui, berdasarkan pembaruan Informasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dirilis Dinas Kominfo Siak, kualitas udara di kabupaten tersebut berada pada kategori Sangat Tidak Sehat.

Hingga Selasa (15/9/2026), kegiatan belajar bagi anak-anak jenjang PAUD dan TK di Siak masih diliburkan sebagai langkah perlindungan terhadap paparan udara yang tercemar asap.

Load More