Eko Faizin
Senin, 24 Agustus 2026 | 10:57 WIB
Ilustrasi siswa madrasah diliburkan dampak kabut asap. [Freepik]
Baca 10 detik
  • Kemenag Pekanbaru memberlakukan pembelajaran jarak jauh mulai Senin, 24 Agustus 2026, akibat kabut asap karhutla.
  • Kebijakan tersebut bertujuan melindungi siswa dan guru dari penurunan kualitas udara yang memburuk di wilayah Pekanbaru.
  • Meskipun sekolah diliburkan, program makan bergizi gratis tetap disalurkan dan diambil oleh orang tua di sekolah.

SuaraRiau.id - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru meliburkan madrasah di wilayahnya menyusul kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai Senin (24/8/2026).

Plt Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Pekanbaru, H Zulfa Hendri mengatakan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai tindak lanjut arahan Wali Kota Agung Nugroho.

"Jika memungkinkan untuk dilaksanakan hari ini, Senin 24 Agustus 2026, kami mengimbau agar segera memberlakukan pembelajaran jarak jauh dari rumah," kata Zulfa, Senin (24/8/2026).

Kemenag mengimbau seluruh kepala Raudhatul Athfal (RA atau setingkat TK), Madrasyah Ibtidaiyah (MI atau setingkat SD), Madrasyah Tsanawiyah (MTs) serta Madrasyah Aliyah (MA) se-Kota Pekanbaru untuk segera menerapkan PJJ dari rumah apabila memungkinkan.

Imbauan meniadakan pembelajaran tatap muka tersebut merujuk Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru terkait penurunan kualitas udara akibat kabut asap.

Zulfa mengungkapkan, kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk melindungi peserta didik dan tenaga pendidik dari dampak buruk penurunan kualitas udara akibat kabut asap.

Sementara bagi madrasah yang belum memungkinkan menerapkan PJJ, dia meminta aktivitas pembelajaran tetap dilakukan dengan memaksimalkan kegiatan di dalam kelas meski baru diketahui adanya putusan malam tadi.

"Jika belum memungkinkan untuk melaksanakan PJJ, aktivitas di dalam kelas harus dimaksimalkan. Aktivitas di luar kelas seperti olahraga, bermain di lapangan dan kegiatan lainnya agar dibatasi atau dihentikan," sebut Zulfa.

Selain itu, pihak madrasah diminta memastikan peserta didik menggunakan masker selama berada di lingkungan madrasah.

Kemenag Pekanbaru juga mengingatkan agar perkembangan kebijakan pembelajaran untuk hari berikutnya menyesuaikan kondisi kualitas udara dan arahan pemerintah daerah.

MBG Tetap Dibagikan

Dinas Pendidikan Pekanbaru meliburkan sementara sekolah TK hingga SMP menyusul penurunan kualitas udara akibat kabut asap karhutla mulai Senin (24/8/2026).

Meski pembelajaran tatap muka ditiadakan, namun Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada satuan pendidikan penerima tetap disalurkan kepada peserta didik jenjang tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru Abdul Jamal menjelaskan pihak sekolah diminta menghubungi orang tua atau wali murid untuk mengambil MBG di sekolah.

Ia mengungkapkan pengambilan dilakukan oleh orang tua atau wali dan bukan oleh peserta didik. Nantinya, makanan MBG bisa dinikmati siswa di rumah masing-masing.

Load More