- Kepala Diskominfotik Riau Supriyadi menyatakan kualitas udara Pekanbaru pada Senin 24 Agustus 2026 berstatus tidak sehat akibat karhutla.
- Pemerintah Provinsi Riau menampilkan data AQMS secara langsung di videotron Jalan Diponegoro agar warga dapat memantau kondisi udara.
- BMKG Pekanbaru mencatat konsentrasi PM2.5 mencapai 133,7 mikrogram per meter kubik yang disebabkan oleh ribuan titik panas di wilayah Sumatra.
SuaraRiau.id - Kualitas udara Pekanbaru berada pada kategori Tidak Sehat berdasarkan data Air Quality Monitoring System atau AQMS per Senin (24/8/2026).
Kepala Diskominfotik Riau, Supriyadi, mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan menyusul memburuknya kondisi udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kondisi udara di Pekanbaru saat ini masuk kategori tidak sehat. Masyarakat masih bisa beraktivitas di luar, tetapi sebaiknya dibatasi, terutama kalau tidak ada keperluan yang mendesak," terangnya, Senin (24/8/2026).
Supriyadi mengatakan kondisi udara saat ini masih memungkinkan masyarakat beraktivitas di luar rumah. Namun, aktivitas tersebut perlu dibatasi dengan tetap memperhatikan kondisi kualitas udara.
Terlebih, sebaran kabut asap saat ini masih bergerak mengikuti arah angin dan di antaranya melintasi wilayah Pekanbaru.
"Terkait kondisi udara yang menurun, kami sudah berkoordinasi untuk menampilkan data Air Quality Monitoring System atau AQMS melalui videotron. Jadi masyarakat bisa melihat langsung data yang menjadi acuan kondisi udara saat ini," kata Supriyadi.
Untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi udara terkini, Pemprov Riau juga menampilkan data kualitas udara secara langsung melalui videotron di ruang publik.
Menurut Supriyadi, informasi tersebut ditayangkan secara realtime melalui videotron di Jalan Diponegoro, kawasan Kediaman Rumah Dinas Gubernur Riau.
Penyampaian informasi itu diharapkan membuat masyarakat lebih mudah menyesuaikan aktivitas dengan kondisi udara.
"Informasinya kami tampilkan secara realtime setiap hari di videotron kawasan Kediaman Rumah Dinas Gubernur Riau, sehingga masyarakat bisa melihat sendiri bagaimana perkembangan kualitas udara setiap harinya," jelasnya.
Supriyadi juga meminta masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.
Sementara BMKG Pekanbaru mengatakan pola pergerakan angin masih sama, yakni dari arah tenggara hingga selatan menuju utara hingga timur laut.
"Pergerakan angin masih sama, dari tenggara hingga selatan menuju utara hingga timur laut," jelas Forecaster BMKG Pekanbaru, Yasir Prayuna.
Berdasarkan pemantauan BMKG, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru pada pukul 16.00 WIB tercatat mencapai 133,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dan masuk kategori tidak sehat.
Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbanyak dengan 1.429 titik panas (hotspot), disusul Riau 491 titik dan Jambi 437 titik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Razia, Wawakot Pekanbaru Jaring Puluhan Orang Bukan Pasutri Ngamar di Hotel
-
Penanaman di Lahan Bekas Karhutla, Bupati Siak Kasih Nama Pohon 'Jenderal Herry'
-
Sempat Diguyur Hujan, Kualitas Udara Pekanbaru Masih Tidak Sehat
-
Asap Karhutla Berisiko Bikin Gagal Napas, Anak-anak dan Lansia Paling Rentan
-
Karhutla Riau Membara Lagi, Lahan di Jalan Lingkar Bangkinang Terbakar