Eko Faizin
Selasa, 30 Juni 2026 | 11:27 WIB
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. [Dok Mediacenter Riau]
Baca 10 detik
  • Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menuai polemik setelah menyebut Program Makan Bergizi Gratis menyebabkan pendapatan daerah menjadi rendah.
  • Ketua Fraksi Gerindra DPRD Riau Ginda Burnama menyatakan polemik tersebut sudah selesai pasca klarifikasi dan pemeriksaan pemerintah.
  • Gerindra menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis justru mampu meningkatkan perekonomian serta pendapatan daerah di Provinsi Riau.

SuaraRiau.id - Omongan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto yang menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat pendapatan asli daerah (PAD) rendah menuai polemik.

Meski sudah klarifikasi dan minta maaf, pernyataan SF Hariyanto masih menjadi sorotan sejumlah pihak. Tak terkecuali partai Presiden Prabowo, Gerindra di Riau.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Riau Ginda Burnama mengatakan bahwa polemik MBG yang terucap dari Plt Gubernur sudah selesai.

"Pemerintah sudah melakukan pemeriksaan, beliau (SF Hariyanto) juga sudah mengambil sikap (mengklarifikasi), dan kami Gerindra juga sudah memberikan pandangan soal itu, jadi ini sudah selesai," ujarnya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Senin (29/6/2026).

Ginda menyampaikan, hal ini dapat menjadi pelajaran dimasa depan agar Plt Gubernur Riau dapat lebih berhati-hati dan memilah-milah informasi yang akan disampaikan.

"Saya berharap agar Pak Plt Gubernur Riau dapat lebih berhati-hati dan melihat data dengan terbuka dan jauh kedalam. Karena kondisi-kondisi hari ini, mohon maaf, kadang anggota kita di bawah ABS (Asal Bapak Senang) memberi data, ya," jelasnya.

Ginda menjelaskan, Program MBG merupakan program yang justru menambah penghasilan daerah dan menjadi sarana perputaran ekonomi.

"MBG itu justru mendatangkan penghasilan daerah, mendatangkan perekonomian, perputaran ekonomi yang lebih baik. Itu terjadi di Provinsi Riau ataupun di kabupaten kota lainnya," tegas dia.

Load More