Eko Faizin
Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:25 WIB
Ilustrasi Pacu Jalur. [kuansing.go.id]
Baca 10 detik
  • Festival Pacu Jalur tingkat nasional diselenggarakan di Tepian Narosa, Kuansing, pada tanggal 19 sampai 23 Agustus 2026.
  • Panitia mencatat sebanyak 202 perahu dari berbagai daerah telah terdaftar untuk mengikuti perlombaan di Sungai Kuantan tersebut.
  • Tradisi turun-temurun sejak abad ke-17 ini kini menjadi ajang perlombaan tahunan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.

Festival Pacu Jalur biasanya bakal berlangsung selama 4 hari. Perlombaan mendayung ini menggunakan perahu dari kayu gelondongan, alias kayu utuh tanpa sambungan yang dikenal dengan nama "jalur".

Di balik popularitasnya, Pacu Jalur sebenarnya merupakan tradisi kuno yang sudah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Kuansing.

Tradisi ini bukan hanya lomba, tapi juga mencerminkan nilai-nilai kolektivitas, kehormatan antar kampung, serta unsur spiritual yang kuat dalam kehidupan masyarakatnya.

Pacu Jalur adalah perlombaan perahu panjang yang diadakan setiap tahun di Sungai Kuantan. Lebih dari sekadar olahraga tradisional, acara ini adalah panggung budaya dan simbol solidaritas warga antar desa.

Sejak tahun 2014, Pacu Jalur telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Load More