- Festival Pacu Jalur 2026 diikuti 175 perahu di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, pada 19-23 Agustus 2026.
- Pemerintah Kabupaten Kuansing menargetkan acara budaya tradisional tersebut dapat menembus panggung pariwisata internasional.
- Generasi muda yang menguasai bahasa asing akan dilibatkan sebagai reporter untuk mempromosikan sejarah acara ke dunia.
SuaraRiau.id - Sebanyak 175 jalur (perahu) bakal menjadi peserta Festival Pacu Jalur 2026 yang akan diselenggarakan di arena gelanggang Tepian Narosa, Kota Teluk Kuantan pada 19-23 Agustus 2026 mendatang.
Segenap persiapan dilakukan Pemkab Kuansing agar tak hanya menjadi tontonan masyarakat lokal, tetapi juga didorong untuk menembus panggung internasional.
Pj Sekda Kuansing Muradi mengungkapkan peserta yang telah terdata yakni Cerenti sebanyak 8 jalur, Inuman 8 jalur, Kuantan Hilir 6 jalur, Kuantan Hilir Seberang 11 jalur dan Logas Tanah Darat 2 jalur.
"Pangean 11 jalur, Benai 17 jalur, Sentajo Raya 8 jalur, Kuantan Tengah 29 jalur, Gunung Toar 16 jalur, Kuantan Mudik 22 jalur, Hulu Kuantan 8 jalur, Singingi Hilir 1 jalur, Indragiri Hulu (Inhu) 26 jalur, Sumatera Barat 1 jalur dan Jambi 1 jalur," sebutnya, Minggu (16/8/2026) pagi.
Muradi menjelaskan bahwa rangkaian Festival Pacu Jalur pada hari pertama akan diawali dengan pawai. Setelah itu, perlombaan pacu jalur akan dilaksanakan dengan 25 kali hilir.
Peserta tidak hanya berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kuansing, tetapi juga terdapat jalur dari luar daerah.
Sementara Plt Bupati Kuansing Mukhlisin mengungkapkan Pacu Jalur tidak hanya diarahkan menjadi tontonan masyarakat lokal, tetapi juga didorong untuk menembus panggung internasional.
Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat promosi dengan memanfaatkan kreativitas dan potensi generasi muda daerah.
Mukhlisin meminta Festival Pacu Jalur 2026 dikemas secara lebih kreatif, masif dan mampu menarik perhatian masyarakat luas melalui berbagai platform media.
Menurutnya, potensi anak-anak Kuansing yang memiliki kemampuan bahasa asing, seperti Bahasa Inggris, Arab hingga Mandarin, perlu diberikan ruang untuk berperan dalam mempromosikan Pacu Jalur.
"Anak-anak kita yang menguasai bahasa asing harus diberi ruang. Mereka bisa menjadi reporter jalur, sehingga cerita dan filosofi Pacu Jalur dapat disampaikan kepada masyarakat dunia," ujar Muklisin.
Menurut Plt Bupati, masyarakat dapat dilibatkan sebagai reporter atau pembawa cerita di sekitar arena perlombaan.
Sehingga informasi mengenai sejarah, kata Mukhlisin, filosofi dan kemeriahan Pacu Jalur dapat disampaikan secara langsung kepada masyarakat internasional karena di balik itu ada semangat gotong royong warga yang memiliki nilai jual tinggi dalam pengembangan sektor pariwisata.
"Target kita bukan hanya masyarakat Kuansing tahu Pacu Jalur. Dunia juga harus tahu bahwa di Kuansing ada budaya yang luar biasa ini. Kalau semakin dikenal, kita berharap semakin banyak wisatawan mancanegara datang ke Kuansing," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Kabut Asap Karhutla, Pemkab Kuansing Kembali Minta Siswa Belajar dari Rumah
-
Pekanbaru Terapkan Pembelajaran Daring untuk Kesekian Kali, Dampak Kabut Asap!
-
Harga Bahan Makanan Naik Drastis, Emak-emak di Siak: Benar-benar Harus Ngirit
-
Indosat 5G di Pekanbaru, Bikin Streaming hingga Gaming Lancar Jaya
-
Jejak Herry Heryawan di Riau, Naik Pangkat saat Karhutla Masih Jadi Sorotan