- Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengklarifikasi pernyataan kelirunya terkait dampak program makan bergizi gratis bagi retribusi daerah.
- Pengamat menilai anggota DPRD Riau seharusnya segera mengoreksi pernyataan tersebut saat rapat paripurna berlangsung beberapa waktu lalu.
- Tindakan klarifikasi dari SF Hariyanto dianggap cukup meredakan keresahan sehingga tidak memerlukan tinjauan lebih lanjut dari Kemendagri.
SuaraRiau.id - Pernyataan Plt Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG yang menyebabkan banyak kantin sekolah tutup sehingga membuat retribusi daerah rendah menuai sorotan.
Namun, SF Hariyanto kemudian mengklarifikasi pernyataannya sendiri sebagai komentar keliru akibat kesalahan data, memang perlu dikritisi.
Apalagi kantin sekolah memang sulit untuk dihubungkan sebagai penyebab retribusi rendah karena hanya bagian kecil dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pengamat Politik Muhammad Zainuddin menyatakan seharusnya bisa segera dikritisi atau diluruskan oleh para Anggota DPRD Riau, terutama fraksi Gerindra pada saat itu.
"Di zaman VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) dan serba mudah viral seperti sekarang ini, memang membuat orang mesti berhati-hati, baik dalam ucapan maupun tindakan. Terutama pejabat publik," ujarnya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com.
Zainuddin menyampaikan rapat paripurna itu bukanlah rapat satu arah, melainkan dua arah. Akan tetapi, tidak disinggung oleh anggota DPRD Riau terutama dari fraksi Gerindra.
"Mungkin saja saat itu tidak fokus dan itu dianggap bukan sesuatu yang seksi untuk dibahas," jelasnya.
Menurut Zainuddin, masalah ini menjadi seksi ketika sudah menjadi viral. Sehingga bagi politisi, ini kesempatan "numpang viral".
"Sebenarnya bicara di media selain di panggung DPRD bukanlah ranah anggota DPRD. Kita ini sudah diberikan tempat dan porsi masing-masing. Sangat disayangkan jika saat paripurna itu tidak ada suara dari anggota DPRD terkhusus dari fraksi Gerindra" paparnya.
Disamping itu, ia menilai bahwa komentar blunder SF Hariyanto sebagai Plt Gubernur Riau tidak akan memberikan pengaruh besar.
Zainuddin menjelaskan tindakan SF yang langsung meminta maaf dan memberikan klarifikasi sudah cukup untuk meredakan keresahan akibat isu tersebut.
"Tinjauan dari Kemendagri terhadap SF Haryanto sebenarnya tidak perlu, karena akan menimbulkan kegaduhan. Berbeda halnya jika Plt Gubri ini tidak mengklarifikasi dan bertahan dengan pendapatnya, maka ini akan menyebabkan kesalahan prosedural pemerintahan," jelasnya.
Zainuddin menjelaskan Pemprov Riau adalah perpanjangan tangan dari Pemerintah Pusat juga. Sehingga kebijakan strategis nasional mau tidak mau mesti dilakukan oleh pemerintah daerah.
"Namun demikian, turunnya Kemendagri sebenarnya juga bernilai positif, sehingga polemik ini bisa dianggap berakhir, karena DPRD dalam kasus ini tidaklah memiliki makna apapun kecuali koreksi prosedural saja," tegas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
Mengenal Tengku Mansyur Chalid, Pejuang Daerah asal Siak
-
Puluhan Siswa SD di Dumai Diduga Keracunan MBG, SPPG Kena Suspend
-
Dari Teror Rentenir, Rini Bangkit Bersama PNM dan Menata Masa Depan Keluarga
-
Heboh Penampakan Harimau di Pasir Putih Kampar, Ini Kata BBKSDA Riau
-
Tempat Penampungan Imigran di Pekanbaru Dirazia Aparat Gabungan