- Polres Inhu menangkap pria berusia 75 tahun bernama Wanhar di Seberida pada Senin, 27 Juli 2026.
- Pelaku melakukan kekerasan seksual terhadap wanita berusia 45 tahun menggunakan modus pengobatan tradisional berkedok nikah batin.
- Korban baru melaporkan kejadian tersebut setelah menyimpan rasa sakit selama lima tahun usai suaminya bebas penjara.
SuaraRiau.id - Seorang pria tua diamankan Polres Indragiri Hulu (Inhu) terkait kasus dugaan pencabulan dengan modus pengobatan tradisional "nikah batin".
Pelaku bernama Wanhar (75) ditangkap di kediamannya di Jalan Tapus Mini, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida pada Senin (27/7/2026).
Kasi Humas Polres Inhu, Aiptu Misran menjelaskan kakek-kakek ini diduga memaksa hubungan layaknya suami istri terhadap wanita berusia 45 tahun yang ingin sembuh dari penyakitnya.
"Wanhar diduga telah melakukan tindak pidana kekerasan seksual terhadap seorang wanita yang dilaporkan berinisial S (45)," ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Korban yang mengalami keluhan gatal-gatal di sekujur tubuh, awalnya meminta bantuan kepada Wanhar yang dikenal warga bisa mengobati penyakit.
Saat pertama kali didatangi, tersangka meminta korban mengambil air dan dicampur garam ke dalam gelas. Ia kemudian membacakan mantra yang dibaca melalui ponselnya.
Lalu menyuruh korban meminum air ramuan tersebut. Namun, setelah beberapa hari, kondisi korban tidak ada perubahan.
Pada Senin (13/12/2021), Wanhar kembali menghubungi korban. Pelaku menyebut mengaku penyakit yang diderita korban adalah penyakit yang berat dan tidak bisa disembuhkan dengan cara biasa.
Wanhar kemudian memberikan syarat pengobatan yang tidak masuk akal, yaitu harus dilakukan hubungan suami istri atau bersetubuh, namun dengan istilah yang ia sebut sebagai "nikah batin".
"Pelaku meyakinkan korban bahwa cara itulah satu-satunya jalan agar penyakitnya sembuh. Karena korban percaya dan berharap sembuh, korban menuruti kemauan pelaku," sebut Misran.
Pada 14 Desember 2021 sekira pukul 00.15 WIB, Wanhar datang ke rumah korban. Di tempat itu, pelaku melakukan persetubuhan terhadap korban.
Tidak cukup satu kali, pelaku kembali mengulangi perbuatan bejatnya pada 15 Desember 2021 dan 17 Desember 2021 di lokasi yang sama.
Lima tahun memendam sakit hati, korban memberanikan diri mengadukan perbuatan bejat Wanhar setelah suaminya bebas dari penjara.
Saat diamankan, Wanhar yang berprofesi sebagai buruh perkebunan tersebut tidak melakukan perlawanan dan mengakui identitas dirinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja
-
Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat
-
65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare
-
Kompolnas Minta Polda Riau Perketat Pengawasan Psikologis Polisi usai Kasus Brigadir WP
-
Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW