- Kanwil Ditjenpas Riau mencopot Kalapas Pekanbaru Yuniarto pada Jumat 7 Agustus 2026 akibat pelarian narapidana narkoba.
- Pencarian narapidana narkoba yang kabur telah diperluas ke berbagai daerah termasuk Jakarta dan Bali bersama kepolisian.
- Tiga petugas pengawal narapidana yang kabur tersebut kini sedang menunggu keputusan pemberian sanksi berat dari pusat.
SuaraRiau.id - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, resmi dicopot dari jabatannya.
Kantor Wilayah Ditjenpas Riau, Rudy Fernando Sianturi menyatakan mutasi tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan internal terkait kaburnya ISD, narapidana kasus narkoba beberapa waktu lalu.
"Benar, beliau saat ini bertugas di Sulawesi Barat. Posisi Kalapas Pekanbaru kini diisi oleh Eko Ari Wibowo yang sebelumnya juga bertugas di wilayah yang sama," ujar Rudy, Jumat (7/8/2026).
Keberadaan narapidana kasus narkotika yang kabur akibat kelalaian petugas Lapas Gobah Pekanbaru masih menjadi misteri.
Menurut Rudy, mutasi tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan internal terkait kaburnya ISD.
Dia mengungkapkan, hasil evaluasi telah disampaikan ke Ditjenpas sebagai bahan pertimbangan di tingkat pusat.
"Seluruh hasil pemeriksaan sudah kami kirimkan. Keputusan terkait jabatan Kalapas sepenuhnya menjadi kewenangan Ditjenpas," jelas Rudy.
Tak hanya posisi Kepala Lapas, rotasi juga terjadi pada jabatan Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP).
Febri Sadam digantikan oleh Vezanol Kosuma sebagai bagian dari langkah evaluasi internal.
Sementara itu, tiga petugas pemasyarakatan yang bertugas mengawal ISD saat insiden pelarian masih menunggu keputusan sanksi disiplin.
Kanwil Ditjenpas Riau telah merekomendasikan agar ketiganya dijatuhi sanksi berat.
"Kami sudah mengusulkan sanksi berat terhadap tiga petugas tersebut. Namun keputusan akhirnya tetap berada di pusat," ucap Rudy.
Ia menambahkan, pimpinan satuan kerja memiliki tanggung jawab penuh terhadap pengawasan dan kinerja jajaran di bawahnya.
"Ini merupakan risiko jabatan. Pimpinan tentu bertanggung jawab atas apa yang dilakukan oleh anggotanya," tegas Rudy.
Diketahui, hingga Jumat (7/8/2026), napi narkoba kabur tersebut belum ditemukan meski upaya perburuan terus dilakukan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
BRI Peduli Resmikan Posyandu Matahari, Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Sleman
-
Kepala Lapas Gobah Pekanbaru Dicopot Imbas Napi Kasus Narkoba Kabur
-
Kronologi Wanita Tewas Bersimbah Darah Dihabisi Eks Suami di Pekanbaru
-
BPS Ungkap Tingkat Pengangguran di Riau per Mei 2026
-
Rugikan Rp64 Miliar, 9 Tersangka Dugaan Korupsi Dana PI Tak Langsung Ditahan