Eko Faizin
Selasa, 22 September 2026 | 16:28 WIB
Jembatan Siak IV Pekanbaru dipadati PKL pada sore hingga malam hari. [Dok Riauonline]
Baca 10 detik
  • Dinas Perhubungan Pekanbaru menyatakan aktivitas pedagang kaki lima di Jembatan Siak IV mengganggu kelancaran lalu lintas sejak hari Selasa.
  • Petugas Dinas Perhubungan secara rutin melakukan patroli serta memberikan imbauan persuasif kepada para pedagang dan pengendara agar tidak parkir sembarangan.
  • Dishub Pekanbaru berkoordinasi dengan OPD terkait dan kepolisian untuk menyiapkan penindakan tegas jika imbauan tersebut diabaikan.

SuaraRiau.id - Lalu lintas di Jembatan Siak IV Pekanbaru agak terganggu dengan aktivitas pedagang kaki lima (PKL) yang memanfaatkan badan bangunan tersebut.

Jembatan Siak IV, yang juga dikenal sebagai Jembatan Leton 4 atau Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah kini dipadati deretan gerobak, sepeda listrik pedagang kopi hingga mobil pribadi.

Mereka biasanya kerap memenuhi kawasan jembatan, terutama pada sore hingga malam hari. Kondisi ini tak hanya mengganggu estetika, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kepala Dinas Perhubungan  Pekanbaru, Masykur Tarmizi mengklaim pihaknya rutin melakukan patroli sekaligus memberikan imbauan agar tidak melakukan aktivitas yang mengganggu fungsi jalan.

"Kalau imbauan penertiban, saya kira tiap malam, tiap saat kita lakukan. Teman-teman mungkin bisa cek," katanya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Selasa (22/9/2026).

Masykur menjelaskan patroli menjadi bagian dari pengawasan lalu lintas yang dilakukan Dinas Perhubungan di sejumlah ruas jalan, termasuk kawasan Jalan Jenderal Sudirman hingga sekitar Jembatan Siak IV.

Namun, untuk saat ini penanganan terhadap PKL masih mengedepankan pendekatan persuasif.

Petugas memberikan edukasi dan imbauan kepada pedagang maupun masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

"Sementara ini kita masih melakukan sifat-sifat yang persuasif, berupa imbauan dan edukasi kepada masyarakat," terang Masykur.

Jembatan Siak IV selama ini menjadi salah satu titik yang ramai didatangi masyarakat, termasuk pedagang yang memanfaatkan kawasan tersebut untuk berjualan.

Sejumlah pedagang bahkan memakai bahu hingga sebagian badan jalan sebagai tempat berjualan. Kondisi semakin rawan ketika pengendara berhenti secara tiba-tiba untuk melakukan transaksi.

Kendaraan lain yang ikut berhenti atau parkir di sekitar lapak pedagang membuat ruang gerak kendaraan semakin terbatas.

Pada sore hingga malam hari ketika volume kendaraan meningkat, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan perlambatan arus lalu lintas hingga kemacetan.

Lebih lanjut, Masykur mengatakan pihaknya terbuka melakukan langkah lebih lanjut apabila pendekatan persuasif dinilai belum cukup efektif.

Terutama terhadap kendaraan yang berhenti atau parkir sembarangan hingga mengganggu arus lalu lintas.

Load More