- Tim WRU BBKSDA Riau memitigasi kemunculan harimau sumatera yang menerkam ternak warga di Indragiri Hilir pada 24 Juli 2026.
- Petugas memasang kamera jebak, menerbangkan drone, menemukan jejak baru, serta mengimbau warga agar mengandangkan hewan ternak.
- Dinas Pendidikan Inhil meliburkan sekolah di Desa Sungai Danai dan menggantinya dengan metode pembelajaran daring dari rumah.
SuaraRiau.id - Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) BBKSDA Riau melakukan pengecekan dan mitigasi terkait kemunculan harimau sumatera di Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung Kabupaten Indragiri Hilir.
Sebelumnya, warga desa dikejutkan dengan keberadaan harimau yang masuk ke pemukiman dan menerkam ternak pada Jumat 24 Juli 2026.
Untuk mengetahui pergerakan harimau, BBKSDA melakukan pemasangan camera trap dan melakukan pemantauan melalui udara dengan menerbangkan drone di sekitar lokasi kejadian.
Kepala BBKSDA Riau Supartono mengatakan bahwa berdasarkan identifikasi Tim WRU, perangkat desa dan Polsek Pulau Burung ditemukan jejak baru satwa dilindungi tersebut.
"Ditemukan jejak baru harimau dengan ukuran telapak kaki panjang 14 cm dan lebar 13 cm," jelasnya, Rabu (29/7/2026).
Supartono menjelaskan, sebagai langkah pencegahan, tim melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta perangkat desa agar waspada saat beraktivitas di kebun maupun di sekitar lokasi kejadian.
Ia juga menyarankan agar hewan ternak sapi maupun kambing dikandangkan sehingga tidak memicu datangnya harimau ke pemukiman.
"Serta membuat meriam spirtus guna menghalau kemunculan harimau agar bisa kembali ke habitatnya," kata Supartono.
Sementara Dirjen KSDAE, Satyawan Pudyatmoko mengungkapkan, harimau adalah satwa kunci yang dilindungi Undang-undang, sekaligus merupakan satwa kebanggaan Pulau Sumatera.
"Untuk itu mari kita jaga alam dan isinya untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Masyarakat dihimbau untuk segera melaporkan kepada petugas BBKSDA Riau atau aparat setempat apabila melihat atau mengetahui keberadaan harimau guna mendukung penanganan lebih lanjut.
"Mari bersama-sama kita jaga kelestarian satwa yang dilindungi sekaligus menjaga keamanan ruang hidup masyarakat," pesannya.
Selain ternak dimangsa, aktivitas belajar mengajar di sekolah Desa Sungai Danai diliburkan sementara diganti pembelajaran daring dari rumah.
Dinas Pendidikan Inhil sudah mengeluarkan kebijakan meminta kegiatan proses belajar mengajar sekolah dilakukan secara online, untuk menghindari hal-hal tak dinginkan.
"Mudah-mudahan persoalan ini bisa cepat ditangani oleh BBKSDA. Karena sekarang ini orang-orang takut berkebun. Anak-anak ke sekolah," ujar Kepala Desa Sungai Danai Halim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk
-
Riau Masih Dikepung Asap, Apa Kabar Janji Prabowo Naikkan Pangkat Pangdam dan Kapolda?
-
Komitmen BRI Perkuat Ekosistem Olahraga Usai Raih Penghargaan 2026
-
Polisi Tangkap Sindikat Pemalsuan SIM di Siak dan Pekanbaru, Terungkap Modusnya
-
Rokan Hulu Kembali Perpanjang Sistem Belajar dari Rumah Imbas Kabut Asap