- Siswa SMK berinisial MF di Pekanbaru meninggal dunia di rumah sakit akibat pendarahan otak setelah diduga berkelahi dengan temannya, B, pada Juli 2026.
- Keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polda Riau pada 18 Juli 2026 untuk menuntut proses hukum terhadap terduga pelaku.
- Kuasa hukum keluarga meminta kepolisian mempercepat penyidikan karena korban telah dimakamkan dan dikhawatirkan menghambat pemeriksaan forensik lanjutan.
SuaraRiau.id - Kasus dugaan perkelahian antar dua siswa SMK yang menyebabkan salah satunya meninggal dunia terjadi di Kota Pekanbaru.
Korban berinisial MF (17) diduga terlibat duel dengan temannya berinisial B. Korban sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya yang tidak enak badan pada 12 Juli 2026.
Pihak keluarga MF mendapati air kencing korban berwarna hitam. Khawatir dengan kondisi itu, keluarga kemudian membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan CT Scan, korban mengalami pendarahan pada otak serta patah tulang leher.
Sebelumnya, korban mengaku kepada pihak keluarga bahwa sebelum pulang ke rumah dirinya terlibat perkelahian dengan B. Dua hari setelah perawatan, korban meninggal di RSUD Arifin Ahmad, Pekanbaru.
Kuasa hukum keluarga korban, Lyanson TM Siagian mengatakan kedatangan pihak keluarga ke Polda Riau merupakan tindak lanjut atas laporan polisi yang telah dibuat.
Menurutnya, percepatan proses penyidikan diperlukan karena korban telah dimakamkan. Hal itu dikhawatirkan dapat menghambat proses pembuktian apabila nantinya diperlukan ekshumasi.
"Kami memohon perhatian dari pihak kepolisian, khususnya Direktorat Reskrimum, agar mempercepat proses pemeriksaan terhadap pelaku maupun saksi-saksi. Korban sudah dimakamkan. Apabila nantinya diperlukan ekshumasi, kami khawatir proses pembusukan jenazah akan menjadi kendala bagi pemeriksaan forensik," ujarnya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Rabu (22/7/2026).
Pihak keluarga membuat laporan polisi ke Polda Riau pada 18 Juli 2026.
Lyanson menyebut, pihak keluarga terduga pelaku sempat berupaya mengajak berdamai. Namun, keluarga korban belum memberikan keputusan terkait tawaran tersebut.
"Keluarga pelaku berupaya meminta berdamai, tapi kita belum bisa memberikan jawaban karena kita lihat juga itikadnya memakai perantara," katanya.
Lyanson menegaskan, terduga pelaku merupakan teman sepermainan korban.
"Terduga pelaku merupakan teman sepermainan korban," ujarnya.
Pihak keluarga korban berharap Polda Riau segera mengusut perkara tersebut dan mempercepat proses pemeriksaan terhadap terduga pelaku maupun pihak-pihak yang mengetahui kejadian.
"Kami meminta kepada Polda Riau untuk segera mengusut perkara ini dan mempercepat proses pemeriksaan terhadap terduga pelaku dan pihak korban," tegas Lyanson.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Penampakan Desain Flyover Simpang Panam, Sarat Ornamen Khas Melayu
-
Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Rupat Utara Dilaporkan ke Komnas HAM dan LPSK
-
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
-
Siswa SMK di Pekanbaru Meninggal usai Kelahi dengan Teman, Kencing Berwarna Hitam
-
Flyover Garuda Sakti Diklaim Mampu Atasi Kemacetan Pekanbaru-Kampar di Jam Sibuk