Eko Faizin
Selasa, 14 Juli 2026 | 15:44 WIB
Ilustrasi siswa sekolah dasar. [Freepik]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 9.660 siswa telah diterima di Sekolah Dasar negeri Pekanbaru pada hari pertama MPLS tanggal 13 Juli 2026.
  • Pemkot Pekanbaru membuka layanan pemenuhan kuota sekolah negeri bagi anak yang belum mendapatkan tempat pendidikan tahun ajaran 2026/2027.
  • Dinas Pendidikan bekerja sama dengan sekolah swasta untuk memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan layak.

SuaraRiau.id - Jumlah peserta didik baru yang diterima di Sekolah Dasar (SD) negeri mencapai sekitar 9.660 siswa hingga hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026).

Di sisi lain, Pemkot Pekanbaru masih membuka layanan pemenuhan kuota bagi anak yang belum memperoleh sekolah pada tahun ajaran 2026/2027.

"Setelah pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), kami membuka pemenuhan kuota untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru Syafrian Tommy, Senin (13/7/2026).

Pihaknya berharap orangtua memanfaatkan layanan yang telah disediakan Pemkot Pekanbaru agar, seluruh anak tetap dapat mengenyam pendidikan.

Dengan demikian, kata Tommy, tidak ada lagi anak di Kota Pekanbaru yang belum terdaftar di sekolah. Pasalnya, proses sosialisasi SPMB telah dilakukan secara masif.

"Namun, apabila masih ditemukan anak yang belum memperoleh sekolah, kami tetap membuka layanan pengaduan dan pendampingan," terang dia.

Menurut Tommy, masyarakat juga bisa menyampaikan informasi melalui Posyandu terdekat, kemudian akan diteruskan kepada kami.

Dia mengajak seluruh masyarakat berperan aktif memastikan tidak ada anak di lingkungan sekitar yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.

"Kami masih memiliki kuota di beberapa sekolah negeri," ucap Tommy.

Selain membuka pemenuhan kuota di sekolah negeri, Pemkot Pekanbaru juga bekerja sama dengan sejumlah sekolah swasta.

Sekolah swasta ini sebagai alternatif untuk memastikan seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan.

Load More