- Rombongan jurnalis Indonesia bertemu Xiang Fangqiang di Beijing pada Kamis, 25 Juni 2026, untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara.
- Hubungan Indonesia dan Tiongkok kini mencapai tingkat tertinggi melalui kemitraan strategis dalam lima pilar kerja sama pembangunan.
- Tiongkok berkomitmen meningkatkan keterbukaan melalui kemudahan visa dan penyelarasan visi pembangunan ekonomi jangka panjang bersama pihak Indonesia.
Menurut Xiang, kebijakan tersebut mencerminkan komitmen kuat Tiongkok untuk terus mendorong pembukaan tingkat tinggi terhadap dunia luar.
Lebih lanjut, dia lantas mengungkapkan proyek unggulan yang menjadi simbol keberhasilan kerja sama adalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh).
Proyek ini tidak hanya sukses di bawah inisiatif Belt and Road Initiative tetapi juga menjadi kebanggaan bersama kedua negara.
Ke depan, Tiongkok dan Indonesia akan menyelaraskan Rencana Pembangunan 15 Tahun ke-15 Tiongkok dengan visi Indonesia Emas 2045, dengan fokus pada energi baru, kecerdasan buatan (AI), ekonomi digital, serta hilirisasi sumber daya alam.
Xiang juga mengumumkan bahwa Tiongkok kini menerapkan kebijakan bebas visa transit selama 10 hari (240 jam) bagi warga negara Indonesia.
Kebijakan ini diharapkan meningkatkan jumlah wisatawan dan pelaku usaha Indonesia yang berkunjung ke Tiongkok.
"Pintu Tiongkok akan semakin terbuka. Kami menyambut lebih banyak sahabat dari Indonesia untuk datang, melihat langsung, dan merasakan perkembangan Tiongkok," tambahnya.
Mengakhiri paparannya, Xiang menyoroti situasi global yang semakin kacau, namun menegaskan bahwa Asia tetap menjadi kawasan yang stabil dan penuh kerja sama. Ia mengutip pernyataan tokoh Indonesia bahwa "matahari terbit dari timur", yang sejalan dengan keyakinan Tiongkok bahwa masa depan dunia berada di Asia.
Tiongkok juga mengusulkan empat inisiatif global-Global Development Initiative (GDI), Global Security Initiative (GSI), Global Civilization Initiative (GCI), dan Global Governance Initiative (GGI)-sebagai solusi untuk tata kelola dunia yang lebih adil dan inklusif.
"Kami siap bekerja sama dengan Indonesia untuk meningkatkan solidaritas, kerja sama, dan pengaruh kita di kawasan maupun global," tegas Xiang.
Pertemuan diakhiri dengan harapan agar kerja sama antara Tiongkok dan Indonesia, termasuk di tingkat daerah seperti Medan, terus ditingkatkan.
Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan siap memfasilitasi berbagai bentuk kerja sama dan komunikasi langsung antara daerah di Indonesia dan Tiongkok.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
Mengenal Tengku Mansyur Chalid, Pejuang Daerah asal Siak
-
Puluhan Siswa SD di Dumai Diduga Keracunan MBG, SPPG Kena Suspend
-
Dari Teror Rentenir, Rini Bangkit Bersama PNM dan Menata Masa Depan Keluarga
-
Heboh Penampakan Harimau di Pasir Putih Kampar, Ini Kata BBKSDA Riau
-
Tempat Penampungan Imigran di Pekanbaru Dirazia Aparat Gabungan