Eko Faizin
Minggu, 14 Juni 2026 | 12:21 WIB
Ilustrasi judi atau perjudian. [ANTARA/Abd Aziz]
Baca 10 detik
  • Seorang warga memprotes keberadaan lokasi yang diduga tempat perjudian di samping Hotel Novotel, Jalan Riau, Kota Pekanbaru melalui video.
  • Ketua Umum MKA LAM Pekanbaru mendesak aparat penegak hukum segera bertindak tegas menertibkan seluruh aktivitas perjudian di wilayah tersebut.
  • Praktik judi dinilai merusak moral serta adat masyarakat Riau sehingga pelaku utama dan oknum pelindungnya harus segera ditindak hukum.

SuaraRiau.id - Warga Pekanbaru digegerkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan seorang perempuan meluapkan kemarahannya terhadap sebuah lokasi diduga tempat perjudian di Jalan Riau.

Lokasi itu disebutkan persis di samping Hotel Novotel Pekanbaru.

Dalam video viral itu, tampak emak-emak berteriak dengan nada tinggi sambil meminta aparat penegak hukum dan Pemkot Pekanbaru segera turun tangan.

Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka, menyampaikan kecaman keras terhadap segala bentuk aktivitas perjudian.

"Segala bentuk aktivitas perjudian, baik itu gelanggang permainan bernuansa judi maupun lapak judi tradisional, jelas diharamkan oleh agama dan ditolak keras oleh hukum adat," katanya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Jumat (12/6/2026).

Datuk Seri Oka menilai praktik perjudian dapat merusak moral masyarakat dan mencederai marwah negeri Melayu.

Menurutnya, apabila dugaan tersebut terbukti benar, maka aktivitas itu jelas bertentangan dengan falsafah hidup masyarakat Melayu Riau yang berpegang pada prinsip "Adat Bersendikan Syarak, Syarak Bersendikan Kitabullah."

LAM Pekanbaru mendesak aparat penegak hukum, khususnya kepolisian dan instansi terkait segera melakukan pengecekan dan penindakan terhadap lokasi yang diduga menjadi arena perjudian tersebut.

Dugaan praktik perjudian yang dinilai bertentangan dengan norma sosial, hukum, dan nilai-nilai budaya Melayu yang selama ini menjadi identitas masyarakat Riau.

Oka menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh berhenti pada para pemain di lapangan semata, melainkan harus menyentuh aktor utama yang berada di balik praktik tersebut.

"Tindakan penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh dan tanpa kompromi. Penggerebekan tidak boleh hanya menyasar pemain di lapangan, tetapi harus mampu membongkar praktik judi hingga ke akar-akarnya dengan menangkap para bandar besar serta menindak oknum-oknum yang berani menjadi bekingan di belakang layar," ujarnya.

Lebih lanjut, Oka juga mengingatkan bahwa praktik perjudian tidak hanya melanggar hukum, tetapi berpotensi menimbulkan dampak sosial yang luas.

Mulai dari terganggunya ekonomi keluarga, meningkatnya konflik rumah tangga, hingga munculnya berbagai tindak kriminalitas yang meresahkan masyarakat.

Dia berharap aparat dapat bergerak cepat dan tegas untuk memastikan tidak ada ruang bagi aktivitas yang berpotensi merusak ketertiban sosial di Kota Pekanbaru.

"Masyarakat tentu berharap hukum ditegakkan dengan serius agar tercipta rasa aman dan efek jera. LAM Riau bersama tokoh masyarakat dan alim ulama akan terus mengawal persoalan ini demi menjaga marwah Kota Pekanbaru," tegas Oka.

Load More