Eko Faizin
Kamis, 04 Juni 2026 | 12:14 WIB
Ilustrasi teror pocong. [Ist]
Baca 10 detik
  • Teror pocong yang terjadi di Riau dipastikan merupakan hoaks.
  • Polda Riau menyatakan konten itu dibuat dengan aplikasi AI.
  • Pembuat video telah diamankan oleh jajaran Polres Pelalawan.

SuaraRiau.id - Modus kejahatan dengan kostum pocong menghebohkan sebagian wilayah Riau. Apalagi setelah beredarnya video dan foto terkait itu tersebut di media sosial.

Polda Riau memastikan video pocong yang viral meresahkan warga hanyalah rekayasa digital yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Dirkrimum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua, menegaskan bahwa pembuat video tersebut telah diamankan oleh jajaran Polres Pelalawan.

"Pelaku sudah diamankan oleh Polres Pelalawan di wilayah Polsek Pangkalan Kerinci. Pelaku mengaku video itu dibuat menggunakan aplikasi AI di Android hanya untuk bercanda dengan kawannya," kata Dirkrimum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Rabu (3/6/2026).

Dirkrimum menyatakan pelaku sama sekali tidak menyangka video yang dibuat sekadar untuk hiburan itu justru menyebar luas dan memicu keresahan di tengah masyarakat.

Dalam waktu singkat, videonya menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial dan grup percakapan.

"Pelaku tidak pernah menduga video itu akan viral. Tujuannya hanya bercanda dengan teman-temannya, tetapi akhirnya menimbulkan keresahan di masyarakat," katanya.

Polda Riau pun meminta masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Kemajuan teknologi AI, kata Hasyim, memungkinkan seseorang membuat konten visual yang tampak nyata meskipun sebenarnya tidak pernah terjadi.

"Kami pastikan itu hoaks. Kami minta bantuan rekan-rekan media untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa berita itu tidak benar," tegasnya.

Kasus video pocong tersebut menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru dalam penyebaran informasi.

Load More