Eko Faizin
Rabu, 22 Juli 2026 | 20:06 WIB
Desain arsitektur rencana pembangunan Flyover Simpang Panam Pekanbaru. [Ist]
Baca 10 detik
  • BPJN Riau memamerkan desain arsitektur Flyover Simpang Panam kepada Pemprov Riau pada Selasa, 21 Juli 2026.
  • Pembangunan fisik proyek infrastruktur strategis di perbatasan Pekanbaru dan Kampar ini ditargetkan mulai tahun 2027.
  • Pembangunan flyover sepanjang 644 meter tersebut bertujuan melancarkan arus lalu lintas dan mengurai kemacetan parah.

SuaraRiau.id - Desain arsitektur rencana pembangunan Flyover Simpang Panam Pekanbaru secara resmi diperlihatkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau ke jajaran Pemprov Riau, Selasa (21/7/2026).

Kepala BPJN Riau, Yohanis Tulak Todingrara menyatakan infrastruktur Flyover Garuda Sakti tersebut ditargetkan mulai memasuki tahap konstruksi fisik pada tahun 2027 mendatang.

Proyek strategis ini bakal membentang tepat di persimpangan padat Jalan HR Soebrantas-Jalan Garuda Sakti, perbatasan Pekanbaru dan Kampar.

"Flyover ini difungsikan agar arus lalu lintas lebih lancar sekaligus mengurai titik kemacetan kendaraan," kata Yohanis, Selasa (21/7/2026).

Flyover Simpang Panam dirancang khusus untuk mengurai simpul kemacetan parah yang selama ini menjadi keluhan utama para pengguna jalan di kawasan barat Kota Bertuah.

Pembangunan tersebut akan melengkapi 4 jembatan layang yang telah berdiri di Pekanbaru sebelumnya. Keempatnya meliputi flyover Jalan Sudirman-Tuanku Tambusai, flyover Jalan Sudirman-Imam Munandar, flyover Jalan Soekarno Hatta-Tuanku Tambusai, serta flyover Jalan Soekarno Hatta-HR Soebrantas.

Secara teknis, proyek infrastruktur ini memiliki panjang penanganan sekitar 644 meter dengan lebar kawasan mencapai 40 meter sesuai Surat Penetapan Lokasi (Penlok) dari Pemprov Riau.

Dimensi ini telah disesuaikan secara cermat dengan kebutuhan kapasitas lalu lintas saat ini serta arah pengembangan kawasan perkotaan di masa depan.

BPJN Riau juga merancang flyover Simpang Panam dengan estetika arsitektur yang kental akan corak kebudayaan lokal.

Struktur jembatan layang ini akan dihiasi ornamen-ornamen khas Melayu guna memperkuat identitas kebudayaan daerah.

"Flyover ini nantinya bisa menjadi ikon strategis di Riau. Kami berharap pihak kebudayaan dapat memberikan masukan terkait ornamen Melayu yang akan dibuat di flyover ini," tegas Yohanis.

Load More