- BPJN Riau memamerkan desain arsitektur Flyover Simpang Panam kepada Pemprov Riau pada Selasa, 21 Juli 2026.
- Pembangunan fisik proyek infrastruktur strategis di perbatasan Pekanbaru dan Kampar ini ditargetkan mulai tahun 2027.
- Pembangunan flyover sepanjang 644 meter tersebut bertujuan melancarkan arus lalu lintas dan mengurai kemacetan parah.
SuaraRiau.id - Desain arsitektur rencana pembangunan Flyover Simpang Panam Pekanbaru secara resmi diperlihatkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau ke jajaran Pemprov Riau, Selasa (21/7/2026).
Kepala BPJN Riau, Yohanis Tulak Todingrara menyatakan infrastruktur Flyover Garuda Sakti tersebut ditargetkan mulai memasuki tahap konstruksi fisik pada tahun 2027 mendatang.
Proyek strategis ini bakal membentang tepat di persimpangan padat Jalan HR Soebrantas-Jalan Garuda Sakti, perbatasan Pekanbaru dan Kampar.
"Flyover ini difungsikan agar arus lalu lintas lebih lancar sekaligus mengurai titik kemacetan kendaraan," kata Yohanis, Selasa (21/7/2026).
Flyover Simpang Panam dirancang khusus untuk mengurai simpul kemacetan parah yang selama ini menjadi keluhan utama para pengguna jalan di kawasan barat Kota Bertuah.
Pembangunan tersebut akan melengkapi 4 jembatan layang yang telah berdiri di Pekanbaru sebelumnya. Keempatnya meliputi flyover Jalan Sudirman-Tuanku Tambusai, flyover Jalan Sudirman-Imam Munandar, flyover Jalan Soekarno Hatta-Tuanku Tambusai, serta flyover Jalan Soekarno Hatta-HR Soebrantas.
Secara teknis, proyek infrastruktur ini memiliki panjang penanganan sekitar 644 meter dengan lebar kawasan mencapai 40 meter sesuai Surat Penetapan Lokasi (Penlok) dari Pemprov Riau.
Dimensi ini telah disesuaikan secara cermat dengan kebutuhan kapasitas lalu lintas saat ini serta arah pengembangan kawasan perkotaan di masa depan.
BPJN Riau juga merancang flyover Simpang Panam dengan estetika arsitektur yang kental akan corak kebudayaan lokal.
Struktur jembatan layang ini akan dihiasi ornamen-ornamen khas Melayu guna memperkuat identitas kebudayaan daerah.
"Flyover ini nantinya bisa menjadi ikon strategis di Riau. Kami berharap pihak kebudayaan dapat memberikan masukan terkait ornamen Melayu yang akan dibuat di flyover ini," tegas Yohanis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
Terkini
-
Kasus ISPA di Riau Naik Drastis Akibat Karhutla, Ribuan Anak Jadi Korban
-
Penumpang Bandara Pekanbaru Bisa Refund-Reschedule Imbas Erupsi Anak Krakatau
-
Antrean Panjang BBM Masih Terjadi di Riau, Pertamina Jelaskan Alasannya
-
Harga Sawit Riau Periode 9-15 September Meroket, Nyaris Rp4 Ribu per Kg
-
Polisi Tangkap Tersangka Perusakan Hutan Mangrove 111 Hektare di Dumai