- Sejumlah karyawan perusahaan PT SBP menjadi korban kekerasan sekelompok orang.
- Lima pekerja mengalami luka akibat pembacokan dan penembakan orang tak dikenal.
- Insiden brutal di area perusahaan tersebut diduga terkait sengketa lahan.
SuaraRiau.id - Kabar insiden dugaan kekerasan terhadap karyawan terjadi di PT Sinar Belilas Perkasa (SBP), Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada Senin (1/6/2026) pagi.
Karyawan menjadi korban pembacokan dan penembakan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) di area perusahaan diduga terkait sengketa lahan.
Suasana yang semula tenang mendadak berubah menjadi kepanikan ketika rombongan dalam jumlah besar memasuki area perusahaan.
Akibat serangan itu, lima karyawan mengalami luka bacok dan luka tembak hingga harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Salah seorang korban, Ediyanto, mengungkapkan bahwa peristiwa mencekam itu terjadi saat dirinya bersama sejumlah rekan kerja sedang berkumpul dan sarapan pagi di lokasi kerja.
"Saat itu kami sedang ngumpul sambil sarapan pagi. Tiba-tiba rombongan yang dipimpin S alias U datang ke lokasi. Jumlahnya sekitar 100 orang," ujarnya seperti dilansir dari Riauonline--jaringan Suara.com.
Ediyanto menuturkan, sekelompok orang langsung melakukan penyerangan tanpa adanya pembicaraan maupun mediasi terlebih dahulu di lokasi alat berat G9.
"Tidak ada basa-basi. Saya langsung dikapak hingga mengenai tangan, kemudian ditembak dari belakang dan pelurunya mengenai paha saya," katanya.
Dalam situasi yang kacau, para pekerja berupaya menyelamatkan diri. Namun sejumlah karyawan tetap menjadi sasaran kekerasan.
Beberapa korban mengalami pukulan dan serangan senjata tajam, sementara lainnya terjatuh ke dalam parit saat berusaha melarikan diri.
"Kami lari karena ditembaki. Banyak kawan-kawan yang kena pukul dan senjata tajam," tambahnya.
Selain Ediyanto, empat korban lainnya yang dilaporkan mengalami luka dalam kejadian tersebut adalah Leo Saputra, Zulkifli, Pesi, dan Syamsul.
Seluruh korban saat ini masih menjalani perawatan akibat luka yang diderita.
Para korban mengaku mengenali beberapa orang yang diduga berada di lokasi saat kejadian, di antaranya S alias U, AI, M, KZ alias A, L, dan E.
Meski demikian, keterlibatan mereka masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja
-
Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat
-
65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare
-
Kompolnas Minta Polda Riau Perketat Pengawasan Psikologis Polisi usai Kasus Brigadir WP
-
Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW