Eko Faizin
Kamis, 23 April 2026 | 18:59 WIB
Lokasi penjaga Kantor Penghulu Kampung Dosan dibacok di Kecamatan Pusako, Siak, Kamis (23/4/2026). [Ist]
Baca 10 detik
  • Penjaga Kantor Penghulu Kampung di Siak terluka usai dibacok pencuri, Kamis (23/4/2026).
  • Korban M Jais (56) sempat duel dengan pelaku sebelum terkena bacokan pada bagian kepala.
  • Polisi sudah mengantongi ciri-ciri pelaku yang sebelumnya kabur usai melukai korban.

SuaraRiau.id - M Jais (56) mengalami luka serius pada bagian kepala karena dibacok orang tak dikenal setelah memergoki aksi pencurian di Kantor Penghulu Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, Siak, Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Korban yang merupakan penjaga kantor desa ini terkena bacokan saat aksinya mencegah seseorang yang sedang berupaya membobol pintu kantor Penghulu Kampung Dosan.

Sebelum pelaku kabur, M Jais sempat berduel dengan pencuri hingga membuat kepala korban robek hingga bersimbah darah.

Peristiwa nahas tersebut terungkap saat keluarga curiga korban tak kunjung pulang hingga pukul 06.00 WIB.

Keluarga coba menghubungi M Jais melalui telfon seluler dan dengan suara lirih M jais meminta tolong. Mendapati itu, anak korban segera membawa M Jais ke RSUD Tengku Rafian Siak untuk dirawat.

"Iya benar, korban sudah kami observasi. Karena korban masih perawatan intensif," kata Kasatreskrim AKP Dr Raja Kosmos, Kamis (23/4/2026).

Dia menyampaikan, pihaknya sudah mengantongi ciri-ciri pelaku yang didapat dari hasil obeservasi korban.

"Ciri-ciri pelaku sudah kita kantongi, tim sedang memburu pelaku," ujar Kosmos.

Untuk barang, lanjut mantan Kasatintel Polres Siak itu, tidak ada yang hilang karena korban selaku penjaga kantor penghulu berhasil mencegahnya, namun nahas yang bersangkutan terluka.

"Untuk barang di kantor Penghulu Kampung Dosan tidak ada yang hilang," ungkapnya.

Lebih lanjut, Kosmos mengimbau, agar warga kembali mengaktifkan kembali poskamling untuk antisipasi.

"Dengan itu kita bisa mencegah. Ayo kita aktifkan siskamling kembali untuk melakukan pencegahan," imbaunya.

Kontributor : Alfat Handri

Load More